KOTA, Radar Trenggalek – Rasa haru menyelimuti pemberian surat keputusan (SK) pensiun pegawai negeri sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (25/6) lalu. Pasalnya, salah satu PNS yang pensiun tersebut adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Soepriyanto.
Ketika diminta untuk mewakili para PNS yang pensiun dalam memberikan sambutan, dia tak kuasa menahan air mata. Itu lantaran kebersamaan dan soliditas antar-organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi hal paling berkesan selama dia mengabdi.
“Yang sangat berkesan bagi saya, kami bisa menjadi satu dengan seluruh kepala perangkat daerah. Itu menjadi kekuatan kita bersama,” ujar Edy Soepriyanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Trenggalek, setelah menerima SK pensiun.
Edy menyebutkan bahwa, selama lebih dari 40 tahun pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara, berbagai dinamika dan tantangan telah dilalui. Namun, kebersamaan antarjajaran pemerintah menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Selama 40 tahun lebih mengabdi, tentu ada dinamika dan berbagai persoalan. Tapi karena kebersamaan itu, semua tugas bisa kita jalankan,” jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan birokrasi. Menurutnya, hubungan yang cair tanpa sekat menjadi salah satu faktor utama terciptanya kinerja yang baik.
“Saya tidak menjaga jarak, tidak pernah marah-marah atau menuntut. Kita ini satu rumah. Itu yang menurut saya paling indah,” tandasnya.
Memasuki masa purnatugas per 1 Juli 2026, Edy menegaskan bahwa berhenti sebagai ASN bukan berarti berhenti mengabdi. Dia berkomitmen untuk tetap berkarya di tengah masyarakat.
“Purnatugas tidak berarti purnapengabdian. Kalau dulu kami menjalankan tugas negara, ke depan kami akan tetap berkarya di lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Edy juga mengaku bersyukur dapat mendampingi enam bupati selama masa pengabdiannya, sejak pertama kali menjadi PNS pada 1986. Dengan pengalaman tersebut, dia berharap semangat kebersamaan dan soliditas antar-OPD tetap terjaga sebagai fondasi dalam menjalankan pemerintahan yang efektif dan melayani masyarakat. “Alhamdulillah, saya sudah membantu enam bupati. Itu menjadi perjalanan panjang yang luar biasa,” tandas Edy. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana