KOTA, Radar Trenggalek – Kepulangan 449 jemaah haji asal Bumi Menak Sopal tahun 2026 berlangsung dalam satu rombongan besar. Seluruh jemaah dari berbagai kloter akhirnya dipulangkan bersamaan dan tiba di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (29/6) dini hari.
Total jemaah yang kembali berjumlah 449 orang. Mereka terdiri dari jemaah kloter 105, 106, dan 109 yang dalam kepulangan tahun ini disatukan dalam satu rombongan.
Isak tangis keluarga menyambut kepulangan para jemaah haji tersebut setelah lebih dari satu bulan tidak ketemu. Tak ayal, semua bersyukur seluruh proses kepulangan berjalan lancar dan jemaah dapat kembali dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah malam ini kita bisa menyambut kedatangan jemaah haji. Proses kepulangan berjalan lancar dan seluruh jemaah bisa kembali ke Trenggalek,” ujar Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto.
Untuk mendukung kelancaran kepulangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memfasilitasi 10 armada bus, ditambah dua bus dari jemaah. Selain itu, disiapkan pula kendaraan pengawalan, mobil pendamping, dan ambulans.
Dengan skema kepulangan yang terpusat ini, diharapkan pelayanan kepada jemaah semakin optimal sekaligus memudahkan proses penjemputan oleh keluarga.
“Kepulangan jemaah haji tahun ini tidak hanya menjadi momen kebahagiaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan ibadah panjang yang telah dilalui para tamu Allah, termasuk mereka yang wafat di Tanah Suci, “ kata Edy.
Baca Juga: Fragmen di Sendang Kamulyan Mengarah pada Fungsi Penampungan Air, Bisa Saluran Air atau Bak Kontrol
Hal senada juga ditambahkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah. Dia menambahkan, penyatuan kepulangan ini menjadi hal yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah semua jemaah bisa pulang bersama-sama. Kloter 105, 106, dan 109 kita tarik menjadi satu rombongan dalam kepulangan kali ini,” jelasnya.
Namun di balik kelancaran tersebut, terdapat kabar duka. Tiga jemaah haji asal Kecamatan Trenggalek meninggal dunia di Arab Saudi.
Ketiganya yakni Sulastri Wadi Somonadi, 73, warga Kelurahan Kelutan; Suyudi Sukidjo Mintoharjo, 77,warga Kelurahan Ngantru; serta Djemani Rido Noyo, 77, warga Kelurahan Surodakan. Ketiganya tergabung dalam kloter 105.
Baca Juga: Kampanye Gemarikan, Disnakkan Dorong Penurunan Stunting dan Kemiskinan
Dari situ, baik pemkab dan Kemenhan menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. “Kita turut berduka cita. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.
Di samping itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Trenggalek, M. Rofiq Hindiono, juga menyampaikan hal serupa. Dia menilai kepulangan jemaah tahun ini berjalan lebih tertib dan terorganisasi.
Dia menambahkan bahwa akan segera melakukan pelantikan jemaah haji tahun ini sebagai anggota baru IPHI di masing-masing kecamatan.
“Penanganan kepulangan tahun ini sangat baik. Jemaah bisa datang lebih teratur dan pelayanan semakin meningkat,” ujarnya. (jaz/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti