Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Askab Belum Minta Maaf Resmi, Hanya Dilakukan secara Pribadi, Evaluasi Tata Kelola Administrasi

Zaki Jazai • Selasa, 30 Juni 2026 | 13:39 WIB
HANYA PRIBADI: Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek Bima Wahyu Romadoni (dua dari kiri) saat mendatangi markas Shrimp Army untuk melakukan permintaan maaf secara pribadi.  (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
HANYA PRIBADI: Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek Bima Wahyu Romadoni (dua dari kiri) saat mendatangi markas Shrimp Army untuk melakukan permintaan maaf secara pribadi. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek – Polemik dugaan manipulasi data pemain dalam aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) belum sepenuhnya mereda. Pasalnya, hingga Senin (29/6), Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Trenggalek belum ada sikap resmi.

Kendati demikian, secara pribadi Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Pada Minggu (28/6), Bima mendatangi markas Shrimp Army Football Academy di Kecamatan Watulimo untuk meminta maaf atas tindakannya mengubah data pemain. 

Baca Juga: Regenerasi Bidan Harus Diimbangi Kompetensi

Langkah tersebut disambut manajemen, pelatih, hingga wali murid secara terbuka. Permintaan maaf tersebut masih bersifat personal dan belum mewakili keputusan organisasi.

“Secara pribadi, kami menerima permohonan maafnya (Bima, Red). Tapi secara kelembagaan, kami masih menunggu sikap resmi dari Askab PSSI Trenggalek,” tegas pemilik Shrimp Army, Anjar Priadi Putra.

Menurut Anjar, kejelasan sikap organisasi menjadi penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang, baik terhadap Shrimp Army maupun sekolah sepak bola lainnya di Trenggalek.

Baca Juga: Perhutani Tegaskan PKS Tetap Berlanjut, Sejumlah Wilayah Kerjanya Masuk KDHPK

Dia juga menilai bahwa polemik ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf individu. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi, khususnya terkait pengelolaan data dalam aplikasi SIAP.

“Kalau hanya berhenti di permintaan maaf personal, persoalan ini belum selesai. Harus ada keputusan resmi dan langkah pembenahan yang jelas dari Askab,” ujarnya.

Saat ini, Shrimp Army menegaskan, penyelesaian polemik masih bergantung pada langkah resmi Askab PSSI Trenggalek sebagai institusi.

Dari situ, hingga saat ini publik sepak bola Trenggalek masih menanti apakah organisasi tersebut akan mengeluarkan klarifikasi resmi.

Baca Juga: Ijazah Kosong di Kursi Wakil Rakyat: Saat Transparansi Pendidikan DPR Jadi Pertanyaan Publik

“Selain klarifikasi, kami juga ingin PSSI sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola administrasi pemain sehingga tidak ada yang dikecewakan kemudian hari,“ jelas Anjar.

Hal yang tak jauh berbeda dilontarkan perwakilan wali murid, Surati. Sebenarnya, dia bersama wali murid lain mengapresiasi iktikad baik Bima, tetapi berharap Askab ke depan bisa lebih profesional dalam menjalankan tugas pembinaan.

“Secara manusiawi, kami memaafkan. Tapi, kami berharap ada perbaikan sistem agar anak-anak tidak lagi dirugikan karena masalah administrasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Harus Tingkatkan Kompetensi

Sebelumnya, Bima mengakui telah mengubah data internal dan mencabut status sejumlah pemain dari akun SIAP milik Shrimp Army. Dia menyebut tindakan tersebut sebagai kesalahan pribadi karena menggunakan kewenangan admin secara berlebihan.

Ke depan, dia berjanji tidak lagi mencampuri pengelolaan akun SIAP milik klub dan akan mengembalikan sepenuhnya kewenangan tersebut kepada masing-masing manajemen SSB.

“Saya mengakui kesalahan saya karena sudah melangkah terlalu jauh mencampuri pengelolaan akun klub,” ujarnya. (jaz/c1/din)

Editor : Isna Dzikirianti
#manipulasi data pemain #Administrasi PSSI #Admin Askab PSSI Trenggalek #Bima Wahyu Romadoni #Askab