Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Program Pemkab Trenggalek Desa Nol Perkawinan Anak Diganjar PPA Award Bupati Terima PPA Award, Program Diakui Pemprov Jatim

Zaki Jazai • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:44 WIB
DIAKUI PEMPROV: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima penghargaan PPA Award yang diberikan oleh Menteri PPPA RI Arifah Fauzi, dalam peringatan Harganas) 2026 Provinsi Jawa Timur di RS Menur Surabaya, Senin (29/6).(Prokopim untuk Radar Trenggalek)
DIAKUI PEMPROV: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima penghargaan PPA Award yang diberikan oleh Menteri PPPA RI Arifah Fauzi, dalam peringatan Harganas) 2026 Provinsi Jawa Timur di RS Menur Surabaya, Senin (29/6).(Prokopim untuk Radar Trenggalek)

KOTA, Radar Trenggalek – Program Desa Nol Perkawinan Anak dan Rumah Latih Terapi Tumbuh Kembang yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penghargaan Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) Award yang diraih Kabupaten Trenggalek.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, kepada Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 Provinsi Jawa Timur di RS Menur Surabaya, Senin (29/6).

Baca Juga: Askab Belum Minta Maaf Resmi, Hanya Dilakukan secara Pribadi, Evaluasi Tata Kelola Administrasi

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang selama ini konsisten mendorong perlindungan anak hingga tingkat desa.

“Penghargaan ini bukan sekadar capaian pemerintah daerah, tetapi hasil gotong royong semua pihak, mulai dari desa, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga masyarakat,” ujarnya.

Dia menegaskan, program Desa Nol Perkawinan Anak menjadi salah satu strategi utama dalam menekan angka perkawinan usia dini. Program ini dijalankan dengan melibatkan pemerintah desa, kader, serta keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan.

Baca Juga: Perhutani Tegaskan PKS Tetap Berlanjut, Sejumlah Wilayah Kerjanya Masuk KDHPK

Selain itu, keberadaan Rumah Latih Terapi Tumbuh Kembang juga dinilai menjadi inovasi penting dalam mendukung kualitas tumbuh kembang anak di Trenggalek.

“Melalui Rumah Latih ini, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan yang tepat sejak dini, sehingga tumbuh kembangnya optimal dan terlindungi dari berbagai risiko, termasuk perkawinan anak,” imbuhnya.

Baca Juga: Kesan Sekda Edy Soepriyanto saat 40 Tahun Mengabdi Jadi PNS, Tak Kuasa Tahan Air Mata, Tetap Berkarya di Tengah Masyarakat

Berdasarkan hasil penilaian kinerja,Kabupaten Trenggalek berhasil menempati peringkat kedua tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari inovasi program hingga penguatan kebijakan.

Pemkab Trenggalek sendiri telah memperkuat upaya pencegahan melalui rencana aksi daerah (RAD) yang terintegrasi hingga tingkat desa, serta dukungan regulasi berupa perda, perbup, dan instruksi bupati.

Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek, menambahkan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat komitmen dalam perlindungan anak.

Baca Juga: Tumpukan Sampah Ganggu Warga, Timbulkan Dampak Buruk di Lingkungan, Pemdes Kedungsigit Gelar Musyawarah

“Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan program dan memastikan setiap anak di Trenggalek mendapatkan haknya untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal,” tandasnya.(jaz/c1/din)

Editor : Desita Putri Kirani
#Mochamad Nur Arifin #PPPA #Arifah Fauzi #bupati trenggalek