KOTA, Radar Trenggalek - Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 dengan mengusung tema Polri untuk Masyarakat jadi momen komitmen institusi kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Tema Hari Bhayangkara ke-80, usung tema Polri untuk Masyarakat, memiliki makna bahwa seluruh insan Polri harus mampu memberikan karya terbaik, mengerahkan kemampuan, tenaga, dan pengabdiannya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan kepada masyarakat, serta penegakan hukum secara maksimal," ujar Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, Selasa (30/6).
Menurut dia, Polri menyadari masih terdapat berbagai kekurangan. Namun, evaluasi dan perbaikan terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan zaman dan memenuhi harapan masyarakat.
Di Kabupaten Trenggalek, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dinilai relatif kondusif.
Meski demikian, terdapat beberapa tindak pidana yang masih menjadi perhatian, terutama kasus pencabulan dan penipuan atau tipu gelap.
"Kami terus memberikan edukasi melalui media sosial maupun kegiatan penyuluhan agar masyarakat lebih waspada. Harapannya, kasus-kasus itu bisa terus menurun," katanya.
Selain tindak pidana umum, kapolres juga menyoroti pentingnya mitigasi konflik sosial, khususnya yang berkaitan dengan perguruan silat.
Apalagi, masyarakat Trenggalek memiliki ikatan kuat terhadap organisasi atau perguruan yang diikuti sehingga pendekatan persuasif menjadi langkah utama untuk menjaga kondusivitas daerah.
Dia bersyukur berbagai agenda besar perguruan silat, seperti pengesahan anggota baru maupun kegiatan Ijazah Kubro, dapat berlangsung aman dan tertib. "Keberhasilan itu bukan proses instan.
Sejak awal kami terus membangun komunikasi dengan para tokoh perguruan silat, melakukan pendekatan secara intensif, dan memberikan pemahaman bahwa konflik hanya akan merugikan masyarakat sendiri," ungkapnya.
"Kita bisa mencegah kesempatan seseorang berbuat jahat, tetapi niat seseorang hanya Allah SWT yang bisa mencegah.
Karena itu, saya selalu mengajak anggota untuk berdoa sebelum melaksanakan pengamanan," imbuhnya.
Selama bertugas di Trenggalek, salah satu capaian yang paling disyukurinya adalah keberhasilan menjaga situasi tetap aman dalam berbagai agenda perguruan silat yang sebelumnya sempat berpotensi memicu konflik.
Baca Juga: St. Triadi Resmi Jadi Pj Sekda
Di luar tugas pengamanan, kapolres mengaku memiliki kesan mendalam saat bertemu langsung dengan masyarakat kurang mampu di pelosok desa.
Salah satunya ketika membantu warga dengan gangguan kejiwaan yang hidup dalam kondisi memprihatinkan hingga akhirnya dilakukan bedah rumah.
Kapolres berharap semangat pengabdian yang telah dibangun selama bertugas dapat terus dilanjutkan oleh seluruh personel Polres Trenggalek.
"Polisi yang baik adalah polisi yang jujur, ikhlas, dan benar-benar mengabdi untuk masyarakat.
Bekerja untuk Ibadah, Mengabdi untuk Masyarakat, itu yang saya harapkan terus menjadi budaya di lingkungan Polres Trenggalek," pungkasnya. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta Fitriana