Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

2026, JLS Trenggalek Belum Tersambung Pemkab Fokus Pembebasan Lahan

Zaki Jazai • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:32 WIB
PENGUNGKIT EKONOMI: JLS Trenggalek menghubungkan Watulimo, Munjungan, hingga Panggul, terkendala pembebasan lahan yang melintasi lahan Perhutani maupun milik warga.(Dharaka R. Perdana/ Radar Trenggalek)
PENGUNGKIT EKONOMI: JLS Trenggalek menghubungkan Watulimo, Munjungan, hingga Panggul, terkendala pembebasan lahan yang melintasi lahan Perhutani maupun milik warga.(Dharaka R. Perdana/ Radar Trenggalek)

WATULIMO, Radar Trenggalek – Proyek jalur lintas selatan (JLS) di wilayah Bumi Menak Sopal dipastikan belum bisa terhubung penuh dengan wilayah lain pada 2026. Pasalnya, saat ini pemerintah masih memfokuskan pekerjaan pada proses pembebasan lahan, terutama tanah milik masyarakat yang masuk dalam trase pembangunan.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengungkapkan, hingga saat ini proyek JLS yang menghubungkan wilayah Kecamatan Watulimo, Munjungan, dan Panggul menuju daerah di Kabupaten Pacitan masih terkendala pada penyelesaian lahan.

“Target di 2026 ini kita selesaikan dulu proses pengadaan lahannya. Karena selain masuk kawasan hutan, juga tidak sedikit tanah milik warga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah mengucurkan bantuan keuangan Rp 19 miliar, anggaran tersebut belum dapat langsung digunakan untuk pembangunan fisik jalan.

“Dana dari provinsi ini kita gunakan yang pertama kali untuk pembebasan lahan,” jelasnya.

Baca Juga: St. Triadi Resmi Jadi Pj Sekda.

Menurut dia, secara administratif trase jalan yang melintasi kawasan hutan sudah diselesaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek. Namun, tahapan berikutnya yang tak kalah krusial adalah penyelesaian lahan milik warga.

“Nah, kemudian kita menyelesaikan juga nanti yang tanah-tanah milik warga,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Ipin menegaskan, proses appraisal atau penilaian harga tanah menjadi kunci agar ganti rugi dapat berjalan lancar. Dengan begitu, anggaran yang sudah dialokasikan dapat terserap optimal.

Baca Juga: Program Pemkab Trenggalek Desa Nol Perkawinan Anak Diganjar PPA Award Bupati Terima PPA Award, Program Diakui Pemprov Jatim

“Kalau appraisal lancar, ganti rugi bisa berjalan. Nanti setelah terserap akan kita laporkan ke Kementerian PU melalui balai,” imbuhnya.

Dia menambahkan, setelah tahapan pembebasan lahan selesai, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kelanjutan pembangunan fisik JLS.

“Nanti kita minta petunjuk ke pusat, apakah pembangunan ruas ini masuk dalam nomenklatur tahun ini atau tahun depan,” katanya.

Meski belum bisa tersambung dalam waktu dekat, bupati tetap optimistis proyek JLS akan menjadi pengungkit ekonomi kawasan selatan jika seluruh ruas berhasil terhubung.

Baca Juga: Kloter Disatukan, Jemaah Haji Pulang Serentak, Tiga Jemaah Wafat di Tanah Suci

Dengan kondisi tersebut, penyelesaian pembebasan lahan menjadi pekerjaan rumah utama sebelum proyek JLS Trenggalek benar-benar bisa terhubung dengan daerah lain.

“Kalau nanti sudah tersambung mulai Pacitan, Trenggalek, sampai Tulungagung, konektivitas akan 100 persen dan dampaknya besar untuk perekonomian wilayah selatan,” tandasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Desita Putri Kirani
#Mochamad Nur Arifin #Jalur Lintas Selatan #PUPR Trenggalek #munjungan #kecamatan watulimo