DURENAN - Radar Trenggalek – Kondisi infrastruktur penghubung antarkabupaten di wilayah selatan kini tengah dalam kondisi kritis.
Jembatan Baruharjo, yang menjadi urat nadi transportasi penghubung antara Desa Baruharjo di Kecamatan Durenan menuju wilayah Karanganom dan Dukuh di Kabupaten Tulungagung, dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Retakan-retakan besar mulai menjalar di sisi kiri dan kanan struktur jembatan, memicu kekhawatiran akan potensi ambrol jika terus dibebani muatan berat.
Sekretaris Desa (Sekdes) Baruharjo, Bambang Maliki mengungkapkan, jembatan ini merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat setempat yang hendak menuju wilayah Tulungagung bagian selatan.
"Kondisinya saat ini sudah mengkhawatirkan. Sisi kiri dan kanan jembatan sudah retak semua. Kami menduga struktur jembatan sudah tidak kuat lagi menahan beban yang lewat," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Bambang, lonjakan beban ini terjadi akibat adanya proyek pembangunan Jembatan Gondang.
Baca Juga: 2026, JLS Trenggalek Belum Tersambung Pemkab Fokus Pembebasan Lahan
Imbas dari pembangunan tersebut, jalur yang menghubungkan Kecamatan Gondang ke arah timur serta wilayah Mojoarum terpaksa diportal.
Akibatnya, seluruh arus kendaraan pengangkut material berat—mulai dari truk muatan pasir hingga angkutan logistik lainnya dialihkan sepenuhnya melalui Jembatan Baruharjo.
Menyikapi kondisi yang kian mengkhawatirkan dan demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Baruharjo bergerak cepat dengan mengambil kebijakan diskresi.
Pemdes resmi memberlakukan pembatasan kendaraan yang melintas. Kendaraan dengan muatan di atas 5 ton serta kendaraan yang memiliki tinggi lebih dari 2,5 meter kini dilarang keras melintasi Jembatan Baruharjo.
"Sebagai jalur alternatif, kendaraan-kendaraan besar tersebut kami arahkan untuk mengambil rute ke arah barat melalui Gempolan, lalu melewati Tekol Malasan, dan nantinya akan tembus di sebelah selatan Jembatan Sumbergayam," jelas Bambang.
Sebagai langkah jangka pendek, warga bersama Pemdes Baruharjo mulai memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Tekankan Pengabdian dan Budaya Ikhlas
Saat ini, proses pembuatan portal pembatas jalan juga sedang dikebut secara swadaya oleh warga setempat guna memastikan kendaraan overdimensi tidak nekat melintas.
Bambang menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini sangat krusial. Letaknya hanya berjarak sekitar 100 meter dari batas wilayah Kabupaten Tulungagung.
Jika jembatan ini sampai terputus, dampaknya akan sangat masif bagi roda perekonomian antarkabupaten.
"Kalau jembatan ini sampai putus total, maka akses dari Tulungagung wilayah barat maupun warga Baruharjo yang ingin menuju ke Campurdarat maupun Boyolangu akan lumpuh total. Ini adalah akses utama antarkabupaten," pungkasnya.
Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi permanen sebelum jembatan benar-benar terputus.(gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta Fitriana