KOTA, Radar Trenggalek — Pelaksanaan car free day (CFD) perdana di Kecamatan Panggul diharapkan mampu menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.
Selain menjadi ruang aktivitas masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati mengatakan, pengalaman pelaksanaan CFD di pusat Kabupaten Trenggalek dapat menjadi acuan dalam mengembangkan kegiatan serupa di Kecamatan Panggul.
Dia menjelaskan, CFD di Trenggalek Kota telah berlangsung selama dua bulan dan hingga kini terus dievaluasi. Meski demikian, antusiasme masyarakat dinilai tetap terjaga.
“Di Trenggalek sudah jalan dua bulan. Itu pun kita masih terus evaluasi. Tetapi ternyata dalam dua bulan itu bisa konsisten, bisa stabil ramai terus,” ujar Cusi.
Baca Juga: Libur Sekolah Picu Kepadatan Parkir Di Kawasan Pantai Pasir Putih Karanggongso
Menurut dia, selain menjadi ruang publik bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi.
Hal itu terlihat dari besarnya omzet yang berhasil dibukukan para pelaku usaha selama pelaksanaan CFD. “Omzetnya masih lebih dari Rp 100 juta. Tertinggi pernah Rp 183 juta omzet dalam 3 jam,” katanya.
Cusi berharap capaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi penyelenggara CFD di Panggul agar terus menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan.
Dia menilai keberhasilan CFD tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.
Karena itu, dia mendorong agar setiap pelaksanaan CFD disertai evaluasi yang terukur, salah satunya dengan mendata dampak ekonomi melalui survei kepada para pelaku UMKM.
“Setelah CFD itu harus ada Google Form yang dibagikan. Semua harus dengan jujur mengisi, karena dari situ kita tahu perputaran ekonomi yang terjadi,” jelasnya.
Melalui evaluasi yang berkesinambungan, Cusi berharap CFD di Kecamatan Panggul dapat berkembang menjadi agenda rutin yang mampu menghidupkan ruang publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (tra/c1/din)
Editor : Adinda Okta Fitriana