Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rombel SMP Sekolah Rakyat Trenggalek Ditambah Tim Penjangkauan Terus Kejar Kuota

Zaki Jazai • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:07 WIB
BELAJAR YANG GIAT: Aktivitas di Sekolah Rakyat Trenggalek yang saat ini terus dilakukan penjangkauan untuk pemenuhan kuota murid baru.(ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
BELAJAR YANG GIAT: Aktivitas di Sekolah Rakyat Trenggalek yang saat ini terus dilakukan penjangkauan untuk pemenuhan kuota murid baru.(ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

 KOTA, Radar Trenggalek – Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat di Trenggalek, khususnya jenjang SMP, membuat pemerintah menambah jumlah rombongan belajar (rombel).

Di sisi lain, kondisi berbeda justru terjadi di jenjang SD yang masih minim peminat.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek, Habib Solehudin mengatakan, berdasarkan hasil rapat dan evaluasi dimungkinkan untuk jenjang SMP akan ada penambahan rombel. Penambahan dilakukan setelah jumlah pendaftar SMP melampaui kuota awal yang disiapkan.

Baca Juga: Libur Sekolah Picu Kepadatan Parkir Di Kawasan Pantai Pasir Putih Karanggongso

“Awalnya kami hanya menyiapkan tiga rombel untuk SMP dengan kapasitas 90 siswa. Namun karena peminatnya tinggi dan yang terjaring mencapai 115 siswa akhirnya ditambah menjadi empat rombel,” jelas Habib, Kamis (2/7).

Dia menyebut, kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan gratis dan berkualitas di tingkat SMP.

Berbanding terbalik dengan SMP, minat pada jenjang SD justru masih relatif rendah.

Baca Juga: Tekankan Pengabdian dan Budaya Ikhlas

Dari kuota yang tersedia, jumlah siswa yang mendaftar belum optimal sehingga masih menyisakan ruang cukup besar.

“Untuk SD memang masih belum penuh. Ini yang terus kami dorong melalui tim penjangkauan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk jenjang SMP dan SMA, tim kini fokus mengejar kekurangan kuota yang belum terpenuhi menjelang penutupan pendaftaran akhir Juni 2026.

Berdasarkan data terbaru, jumlah siswa yang sudah terdata meliputi 26 siswa SD, 115 siswa SMP, dan 84 siswa SMA.

 Artinya masih terdapat kekurangan lima siswa untuk SMP dan enam siswa untuk SMA.

“Kami masih mengoptimalkan sisa waktu untuk menutup kekurangan kuota, khususnya di SMP dan SMA,” terang Habib.

Baca Juga: Hari Krida Pertanian Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dan Semangat Petani, Dispertapan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Tim penjangkauan terus bergerak mencari calon siswa potensial, termasuk membuka peluang bagi siswa yang sudah terdaftar di sekolah lain untuk berpindah ke Sekolah Rakyat.

“Kami tetap membuka kesempatan bagi siswa yang sudah mendaftar di sekolah umum atau madrasah, selama sekolah asal bersedia mengeluarkan surat pindah dan orang tua menyetujui,” imbuhnya.

Selain itu, untuk jenjang SD, panitia juga memberikan kelonggaran bagi anak yang sebelumnya belum memenuhi batas usia saat pendaftaran, selama usia sudah memenuhi syarat saat tahun ajaran baru dimulai.

Baca Juga: Regenerasi Bidan Harus Diimbangi Kompetensi

“Kami akan terus memaksimalkan proses penjaringan agar seluruh kuota Sekolah Rakyat dapat terpenuhi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang inklusif dan terjangkau, “ Jelas mantan kepala Satpol PPK Trenggalek ini. (jaz/c1/din)

Editor : Desita Putri Kirani
#Sekolah Rakyat. #sma #SMP #Dinsos P3A #Habib Solehudin