Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Salamrejo Genjot Ketahanan Pangan Bangun Saluran Irigasi Sepanjang 175 Meter

Gunawan Awan • Senin, 6 Juli 2026 | 10:48 WIB
AIR LANCAR: Pembangunan saluran air untuk pertanian kurang lebih capai 175 meter di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
AIR LANCAR: Pembangunan saluran air untuk pertanian kurang lebih capai 175 meter di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

KARANGAN, Radar Trenggalek – Pemerintah Desa (Pemdes) Salamrejo, Kecamatan Karangan, terus berkomitmen meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayahnya.

Salah satu langkah konkret yang direalisasikan adalah pembangunan saluran irigasi sekaligus drainase pembuangan air di kawasan persawahan Dusun Rejosari.

Proyek infrastruktur pertanian ini diharapkan menjadi solusi jitu dalam mengatasi masalah genangan air yang kerap menghantui para petani lokal saat musim penghujan tiba.

Baca Juga: MTsN 2 Trenggalek Resmi Sandang Predikat Madrasah Pramuka Pertama di Jawa Timur

Kepala Desa Salamrejo, Ibnu Jadid menyampaikan, pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. 

Menurut dia, pembenahan akses air dan pembuangan menjadi prioritas agar lahan pertanian milik warga bisa digarap secara maksimal tanpa terikat kendala cuaca ekstrem.

Kawasan persawahan di bagian barat desa selama ini sering mengalami kendala karena posisinya yang terlalu dalam.

Akibatnya, saat musim hujan tiba, air kerap menggenang dalam waktu lama dan merusak tanaman padi yang baru ditanam.

Baca Juga: Rombel SMP Sekolah Rakyat Trenggalek Ditambah Tim Penjangkauan Terus Kejar Kuota

"Alhamdulillah, tahun ini desa kami mendapatkan alokasi proyek dari Dinas Pertanian untuk membangun saluran pembuangan ini. Panjangnya kurang lebih mencapai 175 meter," ujar salah seorang tokoh pemuka petani setempat saat memantau jalannya proyek di lapangan.

Kehadiran saluran irigasi baru ini pun langsung disambut antusias oleh masyarakat, khususnya para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju 1 Desa Salamrejo. Tercatat ada sekitar 18 warga pemilik lahan yang terdampak langsung oleh pembangunan ini.

Melalui proses musyawarah mufakat yang sempat digelar sebelumnya, seluruh warga menyatakan dukungan penuh tanpa adanya penolakan. Warga menyadari bahwa proyek ini membawa dampak jangka panjang yang sangat positif bagi luasan lahan garapan mereka.

Sebelum adanya saluran pembuangan ini, debit air yang terlalu tinggi membuat petani sering gigit jari akibat penurunan kualitas hasil panen, bahkan hingga gagal panen. Namun, dengan lancarnya sistem pembuangan air yang baru, pengelolaan air di sawah kini menjadi jauh lebih ideal dan terukur.

Dampak positif dari pembangunan ini pun diproyeksikan akan langsung mendongkrak intensitas tanam para petani.

Baca Juga: Jembatan Utama Baruharjo Retak Pemdes Berlakukan Batasan Muatan

 Jika pada tahun-tahun sebelumnya lahan persawahan di area tersebut hanya bisa ditanami dan dipanen sebanyak satu kali dalam setahun, kini para petani optimistis dapat meningkatkan frekuensi panen menjadi dua kali lipat.

Bahkan, setelah siklus tanaman padi selesai, lahan tersebut juga diproyeksikan siap ditanami komoditas palawija seperti jagung dengan skema pola tanam padi-padi-jagung.

Pemdes Salamrejo berharap, dengan meningkatnya produktivitas pertanian ini, kesejahteraan dan roda perekonomian warga desa akan ikut terkerek naik secara signifikan demi mewujudkan Salamrejo sebagai desa mandiri pangan.(gun/din)

Editor : Desita Putri Kirani
#kecamatan karangan #Salamrejo #drainase pembuangan air #pertanian #infrastruktur