KOTA, Radar Trenggalek – Kepastian kepindahan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek ke gedung permanen hingga kini masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos). Meski demikian, proses pembangunan yang ditarget rampung akhir Juli 2026 membuka peluang siswa segera menempati fasilitas baru tersebut.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro mengatakan, hingga kini pihak sekolah belum menerima informasi resmi terkait jadwal perpindahan. “Sejauh ini belum ada kabar resmi dari Kemensos terkait kapan kami pindah ke gedung baru,” ujarnya, Jumat (4/7).
Namun, berdasarkan perkembangan di lapangan, pembangunan gedung permanen diperkirakan selesai pada akhir Juli. Hal ini memunculkan kemungkinan proses kepindahan dilakukan dalam waktu dekat, meski belum menunggu seluruh fasilitas rampung sepenuhnya.
“Ada kemungkinan jika asrama dan ruang kelas sudah siap, siswa bisa mulai menempati gedung baru sambil menunggu penyelesaian tahap akhir,” jelasnya.Baca Juga: Dari Dongko Menuju Panggung Internasional, Yunita Octa Praditya, 23 Tahun, Dedikasikan Ilmu untuk Pendidikan dan Inklusi
Dia juga menyebut, opsi lain yang memungkinkan adalah pemindahan dilakukan di tengah tahun pelajaran, menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana.
Sementara menunggu kepastian tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Saat ini para siswa tengah menuntaskan Sumatif Akhir Semester (SAS) yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juni 2026.
Ke depan, saat sudah menempati gedung permanen, SRT 50 Trenggalek dirancang mampu menampung hingga 270 siswa dari keluarga tidak mampu. Kapasitas itu terdiri dari sembilan rombongan belajar, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Rencananya nanti ada 3 rombel SD, 3 rombel SMP, dan 3 rombel SMA, masing-masing berisi 30 siswa,” terang Yogyantoro.Baca Juga: Server SPMB Sempat Down, Peserta Dipastikan Tetap Terlayani
Selain fasilitas berasrama, sekolah ini juga mengusung kurikulum nasional plus yang dipadukan dengan sistem pembinaan asrama. Orang tua tetap diberi akses menjenguk anak maksimal dua kali dalam sebulan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
SRT 50 Trenggalek juga memiliki program unggulan ‘Mata Elang’ yang mengintegrasikan tahfiz, penguatan bahasa Inggris, serta pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) dan coding yang dipadukan dengan pendekatan STEM.
Meski baru berjalan beberapa bulan, sekolah ini telah menorehkan prestasi di tingkat Jawa Timur, diantaranya meraih penghargaan dalam ajang Edu School and Campus Expo di Surabaya.
Yogyantoro menegaskan, pihaknya kini fokus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal sembari menunggu kepastian jadwal kepindahan. “Kami tetap memaksimalkan kegiatan belajar mengajar yang ada sambil menunggu arahan lebih lanjut,” pungkasnya.(jaz/din)
Editor : Juwita Ratnasari