DURENAN, Radar Trenggalek – Pedagang di Pasar Durenan, Kecamatan Durenan, saat ini diliputi pertanyaan belum terjawab. Yakni setelah sejumlah bangunan di pasar tersebut dibongkar.
Berdasarkan pantuan di lapangan, kondisi Pasar Durenan di sisi utara memang terlihat ada bangunan bekas dirobohkan.
Namun di titik-titik lain masih berdiri tiang-tiang bangunan dari kayu yang rata-rata sudah lapuk.
Terdapat dua lokasi kosong dan tidak ditempati para pedagang untuk melakukan jual beli pada pagi hingga siang hari.
Aktivitas pasar dipusatkan di sisi selatan untuk para pedagang bertransaksi. Meski begitu, para pedagang tetap menginginkan kejelasan usai ada pembongkaran lapak.
“Saya tidak tahu. Setelah beberapa minggu lalu memang ada pembongkaran dan pedagang dialihkan di sisi selatan,” terang salah satu pedagang, Fatimah, Jumat (3/7).
Dia mengaku bahwa dulu pedagang memang tidak berkumpul. Ada di sisi utara dan selatan sehingga terlihat tidak bergerombol.
Dengan pemusatan di sisi selatan, maka pedagang terlihat bergerombol serta aktivitas jual beli akan terlihat padat di pagi hari.
Baca Juga: Bediding Jadi Sinyal Kemarau Petani Harus Matangkan Rencana Air
Meski demikian, penempatan para pedagang belum sepenuhnya tertata rapi. Pasalnya, para pedagang di sisi utara yang pindah terpaksa di emper lapak pedagang lain.
Karena itu, butuh penataan ulang agar pedagang di sisi selatan tetap mendapatkan lokasi dan pedagang di sisi utara yang pindah mendapatkan lapak juga. “Ya bagaimanapun memang kondisi pasar saat ini tidak seramai dulu,” ungkap warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, ini.
Dia berharap, jika memang dilakukan perbaikan, maka bisa ada peningkatan aktivitas pasar dan mendatangkan pembeli lebih banyak.
Jika tidak dilakukan, maka kondisi saat ini akan terulang di tahun akan datang dan tidak ada perubahan sama sekali. “Memang harus ada tindakan dari pemerintah,” tandasnya.
Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Ke Pantai Pasir Putih Karanggongso dan Simbaronce
Dia menambahkan, dulu Pasar Durenan merupakan magnet para warga sekitar dan pengendara yang melintas di jalan.
Mereka mampir ke Pasar Durenan ketika melintas ke Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, serta ke pusat kota Trenggalek. “Mulai sepi Covid-19 lalu, hingga kini belum benar-benar pulih,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, mengaku belum ada rencana perbaikan. “ Masih sebatas kajian. Beluma ada rencana pembangunan,” katanya singkat. (gun/c1/din)
Editor : Juwita Ratnasari