Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pilkades, Pemdes Ingin Disokong Dana Penuh Untuk Operasional Pelaksanaan DD Terserap Program Ketahanan Pangan

Gunawan Awan • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:09 WIB
Pilkades Pogalan 2027 mulai menghangat, tiga bakal calon muncul, pemdes siapkan tahapan dan anggaran sejak dini.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
Pilkades Pogalan 2027 mulai menghangat, tiga bakal calon muncul, pemdes siapkan tahapan dan anggaran sejak dini.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

POGALAN, Radar Trenggalek-  Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak baru akan digelar pada tahun 2027 mendatang. Namun, geliat pesta demokrasi di tingkat desa sudah mulai terasa. Termasuk di Desa/Kecamatan Pogalan.

Pihak pemerintah desa (pemdes) kini mulai merancang berbagai persiapan awal demi menyukseskan suksesi kepemimpinan tersebut.

“Dinamika menjelang Pilkades 2027 di wilayahnya sudah mulai menunjukkan kehangatan,” kata Kepala Desa Pogalan, Suparni, Senin (6/7).

Baca Juga: DPRD Tekankan Keselamatan dan Dampak Lingkungan Dalam Pembangunan Sekolah Rakyat

Meskipun peraturan daerah (perda) terkait pelaksanaan pilkades serentak tersebut belum rampung disahkan, estimasi linimasa atau tahapan pelaksanaan sudah mulai dipetakan.

"Jika mengacu pada rencana tahapan, pembentukan panitia pilkades dijadwalkan akan dimulai pada bulan Oktober tahun ini. Setelah itu, rangkaian pengumuman dan tahapan administratif lainnya akan berjalan hingga puncaknya pada pemungutan suara yang direncanakan pada Februari 2027 mendatang," ujarnya.

Secara demografis, Desa Pogalan terbagi ke dalam 4 dusun yang mencakup 26 rukun tetangga (RT) dan 13 rukun warga (RW). Dengan total populasi penduduk sekitar 6.000 jiwa, jumlah warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau memiliki hak pilih diproyeksikan mencapai sekitar 4.600 orang. Potensi suara besar ini dinilai memerlukan kesiapan logistik dan pengamanan yang matang.

Baca Juga: Musim Kemarau Jadi Berkah Perajin Bata Merah Kebut Produksi

Mengingat Suparni sudah menjabat sebagai Kepala Desa Pogalan selama tiga periode berturut-turut, regulasi memastikan bahwa dirinya tidak dapat mencalonkan diri kembali pada kontestasi mendatang. Suparni tercatat telah mengabdikan diri selama 20 tahun untuk memimpin Desa Pogalan hingga akhir masa jabatannya nanti.

"Saya sudah tidak bisa maju lagi karena aturan membatasi maksimal tiga periode. Namun, wacana mengenai figur-figur yang ingin berkompetisi sudah mulai bermunculan di tengah masyarakat,” katanya.

“Berdasarkan pantauan pemdes, saat ini sudah ada sekitar tiga orang bakal calon (balon) yang mulai melakukan pendekatan secara intensif kepada warga," imbuhnya.

Meski demikian, pihak desa menegaskan belum ada pendaftaran resmi yang dibuka. Pasalnya, pembentukan panitia reguler tingkat desa baru akan digulirkan pada Oktober nanti.

Mengenai aspek penganggaran, Suparni menjelaskan, pembiayaan pilkades kali ini akan dialokasikan melalui pendapatan asli desa (PADes) murni, mengingat dana desa (DD) sudah terserap penuh untuk program Ketahanan Pangan (PADMP).

Dia juga memproyeksikan adanya dukungan penuh dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: Wisata Hutan Mati Suri, Aktivasi Kewenangan Kelompok Pengelola.

Jika pada periode sebelumnya pemkab hanya memfasilitasi logistik berupa kartu suara, pada Pilkades 2027 ini diharapkan seluruh operasional, termasuk honorarium panitia, akan disokong penuh oleh pemkab.

Suparni berharap siapa pun suksesor terpilih kelak mampu membawa visi dan misi yang selaras demi melanjutkan program pembangunan yang belum tuntas guna membawa Desa Pogalan ke arah lebih maju.(gun/c1/din)

Editor : Desita Putri Kirani
#Pilkades 2027 #Suparni #PADMP #APBD Kabupaten Trenggalek #pogalan