KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mulai menyiapkan langkah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Selama ini, jumlah wisman dinilai belum terdokumentasi secara optimal karena sebagian besar hanya singgah saat melakukan perjalanan lintas daerah. "Banyak wisatawan asing yang mampir ke Trenggalek, baik ke destinasi, hotel, maupun rumah makan. Namun, pencatatannya belum maksimal. Ini yang sedang kami koordinasikan agar datanya lebih akurat," jelas Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, ditemui saat di DPRD, Jumat (3/7).
Untuk memperluas promosi ke pasar internasional, Trenggalek akan memanfaatkan kesempatan tampil pada World Island Festival di Yeosu, Korea Selatan, sekitar September hingga Oktober mendatang. Ajang tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, sekaligus ekonomi kreatif Trenggalek.
Baca Juga: Musim Kemarau Jadi Berkah Perajin Bata Merah Kebut Produksi
Menurut dia, setiap agenda berskala regional maupun nasional yang digelar di Trenggalek juga akan dioptimalkan sebagai sarana menjual paket wisata.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran pembangunan sarana dan prasarana wisata membuat pemerintah daerah lebih mengandalkan strategi pemasaran dan penguatan daya tarik destinasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar Trenggalek tidak kalah bersaing dengan daerah lain, terlebih setelah konektivitas melalui jalur lintas selatan (JLS) semakin berkembang. "Persaingan dengan daerah sekitar harus disikapi dengan strategi pemasaran yang tepat agar wisatawan tidak beralih ke daerah lain," katanya.
Saat ini, kawasan Watulimo masih menjadi magnet utama kunjungan wisata. Namun, perkembangan destinasi di Kecamatan Panggul juga mulai menunjukkan tren positif. Bahkan, sejumlah objek wisata seperti Pantai Kili-Kili dan Pantai Pelang disebut mulai menjadi pilihan baru wisatawan.
Dia menjelaskan, semakin banyak pilihan destinasi di satu wilayah akan meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung lebih lama. Meski akses menuju beberapa lokasi masih cukup menantang, kondisi tersebut diyakini terbayar dengan keunikan panorama yang ditawarkan. "Justru karakter destinasi di Trenggalek berbeda dengan daerah lain. Jalannya memang menantang, tetapi akan terbayar dengan keindahan dan keunikan yang dimiliki," pungkasnya. (gun/c1/din)
Editor : Juwita Ratnasari