GANDUSARI, Radar Trenggalek - Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Gandusari kembali dipadati pedagang dan peternak kambing saat pasaran Wage. Sejak pagi, puluhan kambing dari berbagai desa di Kecamatan Gandusari dibawa ke lokasi untuk diperjualbelikan. Aktivitas jual beli tersebut tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi acuan harga ternak bagi peternak di wilayah setempat.
Peternak maupun pedagang datang dari sejumlah desa di Kecamatan Gandusari, termasuk Wonocoyo, Sukorejo, Krandegan, Widoro, hingga Melis. Mereka memanfaatkan momentum pasaran Wage untuk menawarkan kambing hasil ternaknya kepada pedagang maupun pembeli yang datang dari berbagai daerah di Trenggalek.
Di lokasi, proses tawar-menawar berlangsung hampir di setiap sudut pasar. Pembeli memeriksa kondisi fisik kambing, mulai dari ukuran tubuh, usia, hingga kesehatan ternak sebelum menyepakati harga. Setelah terjadi kesepakatan, transaksi biasanya diakhiri dengan salaman sebagai tanda jual beli telah selesai.
Baca Juga: Bersih Desa Jatiprahu Pererat Kerukunan Warga Diajak Sehat Jasmani dan Rohani
Salah seorang peternak kambing asal Desa Wonocoyo, Sutrisno mengatakan, pasar kambing di RTH Desa Gandusari menjadi salah satu tujuan utama peternak untuk memasarkan ternaknya. Selain lebih mudah bertemu pembeli, harga yang terbentuk di pasar juga menjadi patokan bagi peternak untuk transaksi berikutnya. "Kalau pasaran Wage di Gandusari memang ramai. Banyak peternak dari berbagai desa datang ke sini sehingga harga bisa diketahui bersama. Kalau kambing kondisinya bagus, biasanya lebih cepat laku," ujarnya, Sabtu (11/7).
Menurut Sutrisno, harga kambing saat ini relatif stabil dibanding pasaran sebelumnya. Besaran harga tetap bergantung pada ukuran, bobot, usia, serta kualitas ternak. Karena itu, peternak terus menjaga kesehatan kambing agar memiliki nilai jual yang lebih baik. (bim/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TULUNGAGUNG