DURENAN, Radar Trenggalek - Kondisi memprihatinkan melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ngadisuko, Kecamatan Durenan. Pada tahun ajaran baru kali ini, sekolah tersebut mengalami penurunan jumlah pendaftar yang sangat drastis. Jika pada tahun lalu sekolah ini masih mampu menjaring 11 murid baru, kini jumlahnya merosot tajam menjadi hanya 5 murid yang mendaftar di kelas I.
Penurunan jumlah siswa baru ini tentu menjadi sinyal kuning bagi keberlangsungan sekolah negeri di wilayah pinggiran. Saat ini, jika diakumulasikan dari kelas I hingga kelas VI, jumlah keseluruhan murid yang menuntut ilmu di SDN 2 Ngadisoko hanya menyisakan 58 anak.
Kepala SDN 2 Ngadisuko, Agung H mengaku, penurunan jumlah siswa ini terjadi akibat berbagai faktor kompleks di lapangan, mulai dari masalah administrasi kependudukan, perpindahan orang tua, hingga ketatnya persaingan antarlembaga pendidikan di sekitar wilayah desa.
Baca Juga: Pasaran Wage Jadi Acuan Harga Kambing
"Tahun lalu kami masih mendapatkan 11 murid, tapi tahun ini memang menurun menjadi 5 anak. Bahkan, sempat ada calon siswa yang awalnya direncanakan masuk ke sini, namun akhirnya harus pindah mengikuti orang tuanya yang bekerja ke Jakarta," ujar Agung, Senin (13/7).
Agung menjelaskan, letak geografis sekolah dan padatnya lembaga pendidikan lain di sekitar Ngadisoko turut memicu minimnya perolehan siswa baru. Di wilayah tersebut, SDN 2 Ngadisoko harus bersaing ketat dengan dua SD negeri lainnya, madrasah ibtidaiyah (MI), serta sekolah swasta yang lokasinya berdekatan. Ditambah lagi, wilayah berdirinya sekolah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung sehingga dinamika perpindahan siswa antarwilayah kerap terjadi.
Selain faktor persaingan, Agung menilai bahwa penurunan jumlah siswa ini merupakan fenomena umum yang hampir merata di wilayah Kecamatan Durenan. Berdasarkan pengamatannya, angka kelahiran anak usia sekolah di lingkungan sekitar memang cenderung mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Tangkap Peluang Pelatihan Kerja Untuk Tingkatkan Kompetensi
Pihak sekolah sebenarnya tidak tinggal diam melihat tren penurunan ini. Berbagai upaya dan inovasi telah dikerahkan pihak sekolah demi memikat hati masyarakat sekitar agar mau menyekolahkan anak-anak mereka di SDN 2 Ngadisuko.
"Kami sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memberikan bantuan seragam gratis untuk siswa baru. Selain itu, kami juga gencar melakukan promosi mengenai kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler unggulan di sekolah ini, mulai dari pramuka, keagamaan, hingga seni tilawah (qiraah)," pungkasnya. (gun/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK