Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harapan Tujuh Siswa Pupus SDN 2 Parakan Cuma Terima Dua

Zaki Jazai • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:02 WIB
MENGABDI: Guru SDN 2 Parakan saat melaksanakan MPLS terhadap dua siswa baru.(ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
MENGABDI: Guru SDN 2 Parakan saat melaksanakan MPLS terhadap dua siswa baru.(ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
KOTA, Radar Trenggalek – Harapan pihak SDN 2 Parakan, Kecamatan Trenggalek, untuk mendapatkan tujuh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 pupus sudah.
Pasalnya, hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama Senin (13/7) kemarin, sekolah tersebut hanya menerima dua siswa. 

Hal itu terjadi setelah lima calon peserta didik baru yang semula ingin mendaftar tidak melakukan daftar ulang. Jumlah siswa baru yang ada saat ini jauh di bawah perkiraan awal.

Baca Juga: Bersih Desa Jatiprahu Pererat Kerukunan Warga Diajak Sehat Jasmani dan Rohani

“Awalnya kami prediksi berdasarkan lulusan TK dekat sini ada tujuh siswa, tapi yang daftar ulang hanya dua anak,” ujar Kepala SDN 2 Parakan, Siti Fhatonah, Senin (13/2).

Dua siswa tersebut masing-masing berasal dari TK Dharma Wanita 1 Parakan dan RA Parakan.

Meski jumlahnya sangat minim, pihak sekolah memastikan tidak ada perbedaan perlakuan dalam proses pembelajaran maupun kegiatan MPLS. 

“Untuk tahun ini kami mendapatkan dua siswa, yang mana perlakuannya tetap sama seperti siswa yang jumlahnya banyak,” jelasnya.

Pelaksanaan MPLS di SDN 2 Parakan tetap berjalan sesuai arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Trenggalek. Bahkan, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti siswa baru, tetapi juga seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Baca Juga: Tangkap Peluang Pelatihan Kerja Untuk Tingkatkan Kompetensi

“Untuk MPLS ini tidak hanya berlaku bagi kelas 1, tetapi juga siswa sampai kelas 6. Materinya menyesuaikan arahan dinas,” imbuhnya.

Siti mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan lima calon siswa tidak melakukan daftar ulang. Namun, dia menduga minimnya jumlah anak usia sekolah serta persaingan antarlembaga pendidikan menjadi faktor yang memengaruhi.

Dalam satu desa, terdapat tiga lembaga pendidikan dasar yang lokasinya relatif berdekatan, yakni SDN 1 Parakan, SDN 2 Parakan, dan satu madrasah ibtidaiah (MI).

“Di Desa Parakan ini ada tiga sekolah. Mungkin itu juga memengaruhi,” katanya.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pihak sekolah untuk menarik minat masyarakat, mulai dari pemberian seragam gratis hingga program tambahan seperti makan bersama setiap bulan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan.

Meski demikian, pihak sekolah tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada siswa yang ada. MPLS pun dikemas secara menyenangkan meski hanya diikuti dua siswa baru.

“Kami tetap berusaha memberikan yang terbaik agar anak-anak merasa nyaman dan senang belajar di sekolah,” tandasnya.

Baca Juga: Gudang dan Kandang Ayam Hangus Terbakar Diduga Lalai Bakar Sampah

Dikonfirmasi terpisah terkait hal tersebut, Kepala Disdik Trenggalek Agus Dwi Karyanto mengaku belum bisa berkomentar banyak. Sebab saat ini masih tahap peninjauan lembaga pendidikan negeri yang memiliki siswa minim.

“Nanti saja, saat ini kami masih keliling monitoring MPLS,“ jelasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Desita Putri Kirani
Agus Dwi Karyanto SDN 2 Parakan Siti Fhatonah Disdik Trenggalek mpls