Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sistem Gerilya Tak Mempan Siasat Jemput Bola SDN 2 Sukowetan Tahun Ini Hanya Dapatkan Tiga Siswa

Gunawan Awan • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:13 WIB
TETAP SEMANGAT: Guru kelas I SDN 2 Sukowetan, Kecamatan Karangan, tahun ini mendidik tiga siswa baru.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
TETAP SEMANGAT: Guru kelas I SDN 2 Sukowetan, Kecamatan Karangan, tahun ini mendidik tiga siswa baru.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

KARANGAN, Radar Trenggalek – Tren penurunan jumlah peserta didik baru di sekolah dasar negeri (SDN) pinggiran kian mengkhawatirkan. Termasuk sekolah yang berjuang keras melawan realitas ini adalah SDN 2 Sukowetan, Kecamatan Karangan.

Guna menyiasati paceklik murid, pihak sekolah merumuskan berbagai strategi kreatif, mulai dari sistem "jemput bola" door-to-door hingga pemberian fasilitas seragam gratis serta uang tabungan perdana bagi siswa baru.

Kepala  SDN 2 Sukowetan, Rizal S.A mengungkapkan, langkah gerilya ke rumah-rumah warga sekitar sekolah merupakan respons realistis atas kondisi geografis dan demografis saat ini.

"Kami tidak memiliki data pasti mengenai penyebab mutlak minimnya pendaftar. Namun, kami memilih fokus pada upaya maksimal. Salah satunya dengan membagi para guru menjadi tiga tim wilayah pencarian, yaitu kelompok selatan, utara, dan timur," terangnya saat ditemui, Selasa (14/7).

Gerakan jemput bola yang dimulai sejak awal tahun, tepatnya sekitar Februari lalu, menyasar keluarga-keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar. Tak hanya sekadar menawarkan pendaftaran, para guru membawa komitmen nyata dari sekolah.

"Kami patungan setiap bulan dari uang iuran mandiri para guru. Dana tersebut kami gunakan untuk membiayai operasional promosi dan kegiatan siswa," lanjut Rizal, pria yang baru setahun memimpin SDN 2 Sukowetan ini setelah sebelumnya bertugas di wilayah Panggul.

Baca Juga: SDN 2 Ngadisuko Hanya Jaring 5 Siswa Baru

Upaya konkret yang paling memikat wali murid adalah pemberian empat setel seragam sekolah gratis bagi setiap siswa baru.

Seragam tersebut meliputi pakaian merah-putih, seragam olahraga, batik khas, dan seragam pramuka. Langkah ini dinilai sangat membantu meringankan beban finansial orang tua di awal tahun ajaran baru.

Tak berhenti di situ, SDN 2 Sukowetan juga meluncurkan program tabungan perdana senilai Rp 50 ribu langsung didanai oleh guru saat pertama kali masuk. Tabungan ini tidak boleh diambil dan akan diakumulasikan hingga kelas VI.

"Uang tabungan ini nantinya sangat berguna bagi mereka saat lulus nanti, misalnya untuk biaya cetak foto, pengurusan ijazah, atau keperluan kelulusan lainnya, sehingga tidak lagi membebani wali murid," tandasnya.

Selain insentif materiil, SDN 2 Sukowetan terus menggenjot peningkatan mutu internal. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa dibiasakan melakukan doa bersama, hafalan doa-doa harian, asmaul husna, hingga pembiasaan salat berjemaah.

Khusus hari Jumat digelar doa bersama yang ditujukan khusus untuk mendoakan para leluhur dan orang tua masing-masing siswa. Di siang hari pun, berbagai kegiatan ekstrakurikuler dijalankan agar suasana sekolah selalu dinamis dan ramai.

Baca Juga: Belajar Etika Bermedia Sosial

Saat ini, total siswa di sekolah tersebut tercatat 37 anak. Angka ini memang terus menyusut dari tahun ke tahun. Di kelas I saat ini tercatat ada tiga siswa, meningkat dari tahun sebelumnya (kelas II saat ini) yang hanya memiliki dua siswa.

Rizal berharap, dengan adanya sinergi dari lembaga TK terdekat sebagai embrio penyuplai murid serta kerja keras tanpa lelah para guru, SDN 2 Sukowetan dapat terus eksis melahirkan generasi tangguh di Kecamatan Karangan. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
SDN 2 Sukowetan Rizal S.A peserta didik baru jemput bola karangan