PANGGUL, Radar Trenggalek – Upaya menanamkan budaya bermedia digital yang sehat sejak usia dini terus dilakukan.
Salah satunya melalui program Radar Goes to School yang digelar Jawa Pos Radar Trenggalek. Kali ini, kegiatan edukasi literasi digital menyasar siswa MI Al Hidayah Ngrencak 2 dan RA Fathul Huda Ngrencak, Kecamatan Panggul.
Sebanyak 105 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 80 siswa berasal dari MI Al Hidayah Ngrencak 2, sedangkan 25 siswa lainnya merupakan peserta didik RA Fathul Huda Ngrencak.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias menyimak materi yang disampaikan.
Baca Juga: MATAMUDA Tanamkan Karakter Anak
Mereka juga aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti berbagai sesi interaktif yang bertujuan mengenalkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara positif.
Kepala MI Al Hidayah Ngrencak 2, Samsul Hadi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan literasi digital yang difasilitasi Jawa Pos Radar Trenggalek.
Menurut dia, edukasi mengenai penggunaan media sosial dan teknologi digital sudah menjadi kebutuhan bagi anak-anak, mengingat mereka tumbuh di era yang sangat dekat dengan internet dan gawai.
Baca Juga: Sistem Gerilya Tak Mempan Siasat Jemput Bola SDN 2 Sukowetan Tahun Ini Hanya Dapatkan Tiga Siswa
Dia menyampaikan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Trenggalek yang telah memilih MI Al Hidayah Ngrencak 2 dan RA Fathul Huda sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Dia mengaku materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi peserta didik saat ini.
"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari Jawa Pos Radar Trenggalek yang telah memberikan materi kepada siswa-siswi RA Fathul Huda dan MI Al Hidayah 2. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal bagi anak-anak dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat," ujarnya.
Samsul mengungkapkan, selama kegiatan berlangsung anak-anak menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Hal itu terlihat dari antusiasme mereka saat mengikuti setiap sesi, mulai dari mendengarkan materi hingga berinteraksi dengan pemateri.
Menurut dia, metode penyampaian yang komunikatif membuat siswa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
Baca Juga: Harapan Tujuh Siswa Pupus SDN 2 Parakan Cuma Terima Dua
"Kesan kami, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terlihat senang dan aktif selama materi berlangsung," katanya.
Dia berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Dia menilai pembiasaan tersebut perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memiliki karakter yang kuat ketika berhadapan dengan berbagai konten di dunia digital.
Baca Juga: SDN 2 Ngadisuko Hanya Jaring 5 Siswa Baru
Dengan demikian, mereka tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar maupun menggunakan media sosial untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
"Mudah-mudahan melalui materi ini anak-anak benar-benar bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sekarang mereka hidup di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, sehingga penting bagi mereka untuk memahami bagaimana memanfaatkan media sosial secara positif, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berdampak negatif," pungkasnya. (mal/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK