DURENAN, Radar Trenggalek – Warga Bumi Menak Sopal tampaknya harus mematikan rokoknya ketika mengantuk, apalagi di tempat tidur. Pasalnya, hal tersebut bisa memicu kebakaran rumah yang mengakibatkan kerugian material.
Termasuk yang terjadi di rumah milik Fajar Nasuha, 35, warga RT 02 RW 01 Dusun Semarum, Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Selasa (14/7). Diduga, hal tersebut terjadi akibat salah satu anggota keluarga ketiduran saat merokok pada siang hari.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek, Purwo Edi Prawito menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30. Api diduga berasal dari puntung rokok yang jatuh ke kasur saat korban tertidur, kemudian merembet ke lemari dan membakar dua ruangan kamar.
“Diduga kakak dari pemilik rumah tiduran sambil merokok, kemudian puntung rokok jatuh ke kasur dan memicu api hingga merembet ke perabot lainnya,” jelasnya.
Laporan kebakaran diterima petugas damkar pada pukul 12.44 dari warga setempat. Empat menit berselang, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit kendaraan, yakni mobil pompa, mobil operasional, dan mobil water supply.
Baca Juga: Sejak Dini, Dibekali Bijak Bermedia Sosial
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 13.17. Saat itu, api sudah berhasil dipadamkan warga secara swadaya.
Meski begitu, petugas tetap melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali. “Setelah tiba, petugas langsung melakukan pembasahan dan pendinginan agar api benar-benar padam,” tandasnya.
Sebanyak 14 personel damkar diterjunkan dalam penanganan kejadian tersebut, dibantu unsur lain seperti Polsek Durenan, babinsa, perangkat desa, Tagana, serta warga sekitar. Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 3.000 liter air.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran menghanguskan sebagian bangunan rumah berukuran 4x6 meter beserta perabot di dalamnya. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai lebih dari Rp 150 juta dari amukan api.
Baca Juga: Belajar Etika Bermedia Sosial
Purwo mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti merokok.
Dia menambahkan, respons cepat petugas dan peran aktif warga menjadi kunci dalam meminimalisasi dampak kebakaran. Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak merokok sembarangan, apalagi saat kondisi mengantuk. Hal-hal kecil seperti ini bisa berdampak besar,” tegas mantan Kasatpol PP Sampang ini. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK