WATULIMO, Radar Trenggalek – MIN 1 Trenggalek menggelar Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) sebagai agenda tahunan untuk menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7), tersebut diisi dengan berbagai materi yang bertujuan membentuk karakter, memperkenalkan lingkungan madrasah, serta membantu siswa beradaptasi dengan jenjang pendidikan yang baru.
Wakil Kepala MIN 1 Trenggalek Bidang Kesiswaan Rohmad Basuki mengatakan, MATAMUDA menjadi kegiatan penting yang selalu dilaksanakan pada awal tahun pelajaran. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, program tersebut juga menjadi langkah awal dalam membangun karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai yang diterapkan di madrasah.
Baca Juga: MATAMUDA Tanamkan Karakter Anak
"MATAMUDA dimulai hari pertama masuk sekolah pada Senin, 13 Juli, sesuai kalender pendidikan, kemudian berlanjut hingga hari Jumat. Saat ini kegiatan sudah memasuki hari ketiga," ujarnya, Rabu (15/7).
Selama pelaksanaan MATAMUDA, peserta didik baru mendapatkan beragam materi yang telah disusun oleh pihak madrasah. Materi tersebut meliputi penguatan karakter, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), wawasan lingkungan, pola hidup sehat, serta berbagai pembiasaan positif yang akan diterapkan selama mengikuti proses pembelajaran di MIN 1 Trenggalek.
Baca Juga: Harapan Tujuh Siswa Pupus SDN 2 Parakan Cuma Terima Dua
Menurut Rohmad, pemberian materi tersebut bukan sekadar penyampaian informasi kepada siswa baru, melainkan juga menjadi fondasi agar mereka memiliki sikap, perilaku, dan kebiasaan yang baik sejak hari pertama berada di lingkungan madrasah.
"Materi yang diberikan berkaitan dengan penguatan karakter, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, wawasan lingkungan, hidup sehat, dan berbagai pembiasaan yang mendukung perkembangan peserta didik," jelasnya.
Dia menuturkan, sebagian besar siswa baru berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.
Sebelum masuk MIN 1 Trenggalek, mereka menempuh pendidikan di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini, seperti taman kanak-kanak (TK) maupun raudhatul athfal (RA). Perbedaan lingkungan belajar tersebut membuat proses adaptasi menjadi salah satu tujuan utama dalam pelaksanaan MATAMUDA.
Baca Juga: Sejak Dini, Dibekali Bijak Bermedia Sosial
Maka, selama kegiatan berlangsung, siswa dikenalkan dengan seluruh lingkungan madrasah, mulai dari ruang kelas, fasilitas belajar, sarana dan prasarana, hingga tata tertib yang berlaku.
Tidak hanya itu, mereka juga diperkenalkan kepada kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta teman-teman baru agar proses penyesuaian berlangsung lebih mudah dan menyenangkan.
"Harapan kami, murid baru bisa mengenali lingkungan yang baru. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, sebelumnya belajar di TK maupun RA, sekarang memasuki jenjang madrasah yang tentu memiliki suasana dan lingkungan yang berbeda.
Karena itu, mereka harus mengenal lingkungan madrasah terlebih dahulu, baik lingkungan fisik seperti gedung dan sarana prasarana, maupun mengenal bapak ibu guru serta teman-temannya," katanya.
Baca Juga: SDN 2 Ngadisuko Hanya Jaring 5 Siswa Baru
Selain membantu proses adaptasi, pihak madrasah juga memanfaatkan MATAMUDA sebagai sarana mengenali potensi yang dimiliki setiap peserta didik.
Melalui berbagai aktivitas selama masa pengenalan, guru dapat mulai mengamati minat, bakat, serta kemampuan awal siswa sehingga nantinya dapat diberikan pembinaan yang sesuai.(mal/c1/din)
Editor : Desita Putri KiraniSumber : RADAR TRENGGALEK