Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Inovasi SI BANG MO, SLB Negeri Kampak Ciptakan Camilan Sehat Sekaligus Bekali Siswa Disabilitas Berwirausaha

Gunawan Awan • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:52 WIB
LAYAK KONSUMSI: Siswa SLB Kampak ketika memasak camilan yang sehat dan sebagai media pembelajaran ekonomi.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
LAYAK KONSUMSI: Siswa SLB Kampak ketika memasak camilan yang sehat dan sebagai media pembelajaran ekonomi.(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

KAMPAK, Radar Trenggalek – SLB Negeri Kampak terus menghadirkan inovasi pembelajaran vokasional yang berdampak langsung bagi masa depan peserta didik.

Melalui produk SI BANG MO (Stik Bawang Mocaf Kreasi Disabilitas), sekolah berhasil mengembangkan camilan sehat berbahan tepung mocaf sekaligus menjadi media pemberdayaan ekonomi bagi siswa penyandang disabilitas.

Kepala SLB Negeri Kampak, Arif Ashari SPd mengatakan, inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tingginya konsumsi makanan ringan berbahan tepung terigu yang mengandung gluten, pengawet, dan penguat rasa sintetis.

Baca Juga: MATAMUDA, Bentuk Karakter Peserta Didik Baru

Menurutnya, kondisi itu kurang ideal, terutama bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya penyandang autisme yang memiliki sensitivitas terhadap gluten.

"Selain menawarkan pilihan camilan yang lebih sehat, SI BANG MO juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan sehingga siswa memiliki bekal keterampilan untuk hidup mandiri setelah lulus," ujarnya.

Dia menjelaskan, tepung mocaf berbahan dasar singkong dipilih sebagai bahan baku utama karena bebas gluten, kaya serat, serta mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal.

Penggunaan mocaf juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas pertanian daerah.

Baca Juga: MPLS SMKS Islam Panggul Beri Siswa Ilmu Public Speaking, Hasilkan Output Andal

Sebelum inovasi ini diterapkan, pembelajaran tata boga di SLB Negeri Kampak masih berfokus pada latihan keterampilan dasar.

Produk yang dihasilkan hanya dikonsumsi di lingkungan sekolah atau dibagikan kepada wali murid tanpa pengemasan yang menarik maupun strategi pemasaran yang berkelanjutan.

Kini, kondisi tersebut berubah. Ruang praktik tata boga berkembang menjadi ekosistem wirausaha inklusif.

Siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami proses produksi yang higienis, pengemasan modern, pembuatan identitas merek, hingga pemasaran secara langsung maupun melalui media digital.

Sebagai bagian dari pengembangan usaha, sekolah juga membuat berbagai media promosi berupa poster edukasi dan konten digital mengenai keunggulan camilan bebas gluten.

Baca Juga: Sejak Dini, Dibekali Bijak Bermedia Sosial

Produk dipasarkan melalui kantin sekolah, koperasi, serta mengikuti berbagai pameran, bazar UMKM, dan kegiatan kedinasan di Kabupaten Trenggalek maupun daerah sekitarnya.

Hasilnya, SI BANG MO mendapat respons positif dari masyarakat. Kelas vokasi tata boga kini mampu memproduksi rata-rata 250 kemasan setiap bulan.

Produk tersebut telah memiliki nilai jual dan menghasilkan omzet yang dikelola sebagai tabungan bagi siswa penyandang disabilitas yang terlibat dalam proses produksi.

Baca Juga: Harapan Tujuh Siswa Pupus SDN 2 Parakan Cuma Terima Dua

Arif menegaskan, inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

Menurut dia, siswa memiliki kemampuan untuk berkarya, menghasilkan produk berkualitas, serta mampu bersaing apabila diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

"Melalui SI BANG MO, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan mandiri. Harapannya, lulusan SLB Negeri Kampak memiliki keterampilan vokasional, jiwa wirausaha, dan kepercayaan diri sehingga mampu berkontribusi di tengah masyarakat," pungkasnya.(gun/c1/din)

Editor : Desita Putri Kirani
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Arif Ashari SPd kampak kabupaten trenggalek abk SLB Negeri Kampak