KOTA, Radar Trenggalek – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Trenggalek secara resmi meluncurkan Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR PMI) Unit ITB Trenggalek.
Acara peresmian yang dirangkai dengan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) perdana serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung khidmat di Aula ITB Trenggalek selama tiga hari, mulai Senin (13/7) hingga Rabu (15/7).
Langkah strategis ini diambil sebagai wadah pembinaan mahasiswa di bidang kemanusiaan, kesehatan, donor darah, hingga kesiapsiagaan bencana.
Kehadiran UKM baru ini sekaligus menegaskan komitmen nyata ITB Trenggalek dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan membangun karakter mahasiswa yang peduli, tanggap, serta berjiwa relawan.
Rektor ITB Trenggalek, Hj. Farikotul Chasanah, menegaskan bahwa pendirian UKM KSR PMI ini memiliki nilai filosofis yang mendalam bagi arah perkembangan institusi.
"Peresmian UKM KSR PMI Unit ITB Trenggalek bukan sekadar menambah organisasi kemahasiswaan, tetapi menjadi wujud komitmen kampus dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kemanusiaan, dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat," ujar Hj. Farikotul Chasanah dalam sambutannya.
Dia juga mengaitkan langkah ini dengan konsep universitas modern yang kontributif.
"Sejalan dengan arahan Prof. Briyan mengenai konsep kampus berdampak, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap UKM KSR PMI menjadi salah satu motor penggerak lahirnya berbagai aksi kemanusiaan, kesehatan, dan kebencanaan yang memberikan dampak positif bagi Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya," tandasnya.
Baca Juga: MPLS SMKS Islam Panggul Beri Siswa Ilmu Public Speaking, Hasilkan Output Andal
Apresiasi tinggi datang dari Ketua PMI Kabupaten Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT., yang turut hadir langsung dalam prosesi pengukuhan dan penandatanganan kerja sama.
Dia mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif progresif yang ditunjukkan oleh ITB Trenggalek.
"Dan ini adalah satu-satunya KSR di Perguruan Tinggi di Trenggalek. Saya yakin bahwa KSR di ITB Trenggalek ini seterusnya dapat menjadi contoh bagi KSR yang lain," ungkap Dr. Ir. H. Mulyadi WR.
Sebanyak 35 mahasiswa telah terdaftar sebagai anggota angkatan pertama yang langsung mengikuti pelatihan intensif. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dibekali materi standardisasi kecakapan relawan oleh para instruktur berpengalaman.
Baca Juga: MATAMUDA, Bentuk Karakter Peserta Didik Baru
Sinergi antara PMI Kabupaten Trenggalek dan UKM KSR ITB Trenggalek ke depan dirancang untuk berfokus pada standardisasi kecakapan relawan mahasiswa serta pembentukan sistem mitigasi dan Tim Siaga Bencana Kampus.
Acara pembukaan dan pengukuhan ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ar Ridwan, KH. Ridlo Mahbub; dosen pembina UKM, Teguh Sukanto, segenap pengurus PMI Trenggalek, dosen, serta jajaran tamu undangan.
Prosesi ditutup dengan foto bersama antara jajaran rektorat, pihak yayasan, pengurus PMI, dan seluruh mahasiswa peserta diklatsar.
Baca Juga: Sejak Dini, Dibekali Bijak Bermedia Sosial
Pasca-peresmian dan diklatsar ini, UKM KSR PMI Unit ITB Trenggalek diproyeksikan segera bergerak aktif menginisiasi program kerja berkala, mulai dari pelatihan pertolongan pertama, aksi donor darah berkala, edukasi kesehatan masyarakat, hingga simulasi kesiapsiagaan bencana yang berkolaborasi erat dengan jejaring relawan regional. (gun/din)
Editor : Desita Putri Kirani
Sumber : RADAR TRENGGALEK