KOTA, Radar Trenggalek – Pembinaan sepak bola tingkat pelajar di Bumi Menak Sopal semenjak beberapa tahun lalu sempat mati suri. Tak ayal hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola (PSSI) untuk menghidupkan kembali. Hal itu diakui oleh Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo.
Menurut dia, perlu formula yang tepat untuk mulai menghidupkan pembinaan sepak bola di kalangan pelajar.
Untuk itu, saat ini Askab menggelar Liga Pelajar sebagai upaya menjaring bibit atlet potensial untuk menghadapi berbagai ajang kompetisi. Liga pelajar ini menjadi langkah awal untuk mengembalikan ekosistem pembinaan sepak bola usia dini yang sempat terhenti selama bertahun-tahun.
“Hari ini (Senin, 13/7, Red) alhamdulillah baru pertama kali kami laksanakan lagi setelah sekian lama vakum. Harapannya, pembinaan sepak bola pelajar di Trenggalek bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Liga Pelajar diikuti 20 tim yang terdiri dari 12 tim tingkat SMP sederajat dan 8 tim tingkat SMA sederajat. Kompetisi ini menggunakan sistem setengah kompetisi agar para pemain mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.
Baca Juga: ITB Trenggalek Resmikan UKM KSR PMI Perkuat Misi Kemanusiaan dan Pengabdian Kepada Masyarakat
“Kami ingin anak-anak punya kesempatan bermain lebih banyak sehingga potensi mereka bisa terlihat,” jelasnya.
Menurut Puguh, tujuan utama dari liga ini adalah menemukan pemain-pemain terbaik yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat Kabupaten Trenggalek dalam berbagai event, seperti Piala Soeratin maupun Pra Porprov.
“Targetnya tentu muncul bibit-bibit pemain terbaik yang bisa kami siapkan untuk mewakili Trenggalek di ajang-ajang resmi,” tandasnya.
Liga Pelajar ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih delapan hari dengan pertandingan telah dimulai dan akan berlanjut hingga 17 Juli. Sementara babak semifinal dan final akan digelar pada 24 dan 25 Juli mendatang.
Baca Juga: Gilang Sakti Wiyono Putro, Dari Kedokteran ke Filsafat, Buktikan Pilihan Hati Berbuah Prestasi
Selain menjadi ajang kompetisi, Askab PSSI Trenggalek juga menyiapkan reward bagi para peserta berupa uang pembinaan dan trofi sebagai bentuk apresiasi.
Dengan kembali digelarnya Liga Pelajar ini, Askab PSSI Trenggalek berharap pembinaan sepak bola usia pelajar dapat berjalan berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.
“Reward berupa uang pembinaan dan piala untuk tim yang berprestasi,” tandasnya.(jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK