KOTA, Radar Trenggalek – Rencana penambahan kapasitas siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek mulai diikuti dengan langkah antisipatif di sektor sumber daya manusia.
Seiring meningkatnya jumlah siswa yang akan ditampung, pihak sekolah mengusulkan penambahan tenaga pendidik dan kependidikan.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro, menyebutkan bahwa kebutuhan tenaga tambahan menjadi krusial untuk menjaga kualitas layanan pendidikan berbasis asrama.
Terlebih, gedung permanen baru yang tengah disiapkan nantinya mampu menampung hingga 270 siswa dari berbagai jenjang. “Dengan bertambahnya siswa, kebutuhan tenaga pendamping dan staf pendukung juga harus ikut disesuaikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pihak sekolah telah mengajukan usulan penambahan 44 tenaga kependidikan ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) serta Biro SDM.
Baca Juga: Jamin Penjaringan Perangkat Desa Transparan
Dari jumlah tersebut, posisi wali asuh menjadi kebutuhan terbesar. “Wali asuh sangat penting karena mereka mendampingi siswa selama 24 jam di lingkungan asrama,” imbuhnya.
Adapun rincian kebutuhan tersebut meliputi 27 wali asuh, 9 wali asrama, 3 operator sekolah, 3 bendahara, serta 2 tenaga tata usaha. Seluruhnya disiapkan untuk mendukung operasional sekolah terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.
Saat ini, jumlah tenaga pendamping di SRT 50 Trenggalek masih terbatas yakni baru 11 orang. Kondisi tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan rencana peningkatan jumlah siswa ke depan.
“Kami menargetkan satu wali asuh mendampingi sekitar 10 siswa. Jadi dengan kapasitas yang bertambah, tenaga juga harus bertambah,” jelasnya.
Menurut Yogyantoro, peran wali asuh tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga pendampingan sosial dan psikologis siswa selama tinggal di asrama.
Baca Juga: BBWS Brantas Tahan Pelimpahan ke LMAN Data Tanah Warga Masih Diverifikasi
Di sisi lain, pembangunan gedung permanen SRT 50 Trenggalek terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, capaian fisik proyek telah mencapai sekitar 90 persen. “Progresnya sudah sekitar 90 persen. Kami optimistis selesai sesuai target,” ungkapnya.
Dia berharap peningkatan kapasitas siswa nantinya dapat berjalan seimbang dengan pemenuhan tenaga pendidik dan kependidikan.
Dengan begitu, kualitas pembelajaran dan pembinaan yang menjadi ciri khas Sekolah Rakyat tetap terjaga.
“Harapannya, penambahan siswa diikuti dengan penambahan tenaga secara proporsional agar pelayanan tetap maksimal,” tandasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK