Wujudkan Literasi dan Prestasi Peserta Didik

Gunawan Awan • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:55 WIB
DEDIKASI: Berliana Jihan Naa’ifah, guru muda asal Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, gemar menulis.(Berliana Jihan Naa’ifah UNTUK RADAR TRENGGALEK)
DEDIKASI: Berliana Jihan Naa’ifah, guru muda asal Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, gemar menulis.(Berliana Jihan Naa’ifah UNTUK RADAR TRENGGALEK)

SEMANGAT berbagi ilmu tidak hanya diwujudkan di dalam ruang kelas. Bagi Berliana Jihan Naa’ifah, 24, guru muda asal Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, menulis menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat pendidikan sekaligus menginspirasi lebih banyak orang.

Perempuan yang memiliki ketertarikan besar pada dunia literasi ini memandang menulis bukan sekadar hobi.

Baginya, setiap tulisan merupakan ruang untuk menuangkan ide, pengalaman mengajar, serta refleksi yang dapat memberikan motivasi kepada peserta didik maupun masyarakat luas.

Melalui aktivitas tersebut, dia terus mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis dalam menyampaikan gagasan.

Menurut Berliana, seorang guru memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran.

 

Baca Juga: Durenan Masuk Prioritas Penangan Kawasan Kumuh

Guru juga dapat berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan melalui karya tulis yang mengangkat berbagai pengalaman, inovasi pembelajaran, hingga nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Menulis menjadi media belajar yang tidak pernah berhenti. Dari proses menulis, saya juga belajar mengevaluasi diri agar terus berkembang sebagai pendidik,” ujarnya.

Kebiasaan menulis tersebut turut mendorong terciptanya budaya literasi di lingkungan belajar. Dia berharap peserta didik tidak hanya gemar membaca, tetapi juga berani menuangkan gagasan melalui tulisan.

Dengan demikian, kemampuan berpikir dan kreativitas mereka dapat berkembang secara optimal.

Selain aktif menulis, Berliana juga mengembangkan kegemarannya dalam mendampingi proses belajar peserta didik melalui bimbingan belajar.

Baca Juga: Disperinaker Akui Kewenangan Pengawasan Perusahaan Terbatas

Kegiatan tersebut menjadi bentuk pengabdian sekaligus wadah untuk membantu siswa memahami materi pelajaran secara lebih mendalam.

Dalam setiap sesi pendampingan, dia berupaya menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter masing-masing peserta didik.

Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi mereka untuk meraih prestasi yang lebih baik.

Pengalaman membuka bimbingan belajar juga memberikan banyak manfaat bagi dirinya.

Selain melatih kemampuan komunikasi, kesabaran, dan kreativitas, aktivitas tersebut turut menjadi sumber penghasilan tambahan yang produktif.

 

Baca Juga: Cuaca Tak Menentu, Tangkapan Ikan Anjlok Enam Bulan Baru Capai 2 Ribu Ton

Meski demikian, Berliana menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan semata memperoleh keuntungan finansial.

Baginya, kepuasan terbesar justru hadir ketika melihat peserta didik mengalami perkembangan kemampuan belajar dan berhasil mencapai target yang mereka cita-citakan.

Ke depan, dia berharap dapat terus mengembangkan budaya literasi melalui karya tulis sekaligus memperluas manfaat bimbingan belajar bagi masyarakat.

Dengan memadukan semangat menulis dan dedikasi sebagai pendidik, Berliana ingin terus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, membangun karakter peserta didik, serta mencetak generasi yang berprestasi dan siap menghadapi tantangan masa depan. (gun/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
guru menulis literasi pendidikan