GANDUSARI, Radar Trenggalek – Pengelolaan sampah di tingkat desa tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek memfasilitasi pengembangan Bank Sampah yang terintegrasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes).
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan studi banding di Bank Sampah Mitra Gumiring, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Rabu (22/7).
Sebanyak 20 peserta dari Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, yang terdiri atas unsur pemerintah desa, BUMDes, dan BPD, mengikuti kegiatan tersebut guna mempelajari praktik pengelolaan bank sampah yang telah berjalan di Desa Sukorejo.
Sekretaris DLH Kabupaten Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DLH memfasilitasi desa-desa yang ingin mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara lebih terpadu, mulai dari pemilahan di sumber hingga pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
"Kami memfasilitasi desa-desa yang memiliki komitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Harapannya, sampah dapat dikelola semaksimal mungkin di tingkat desa sehingga yang dikirim ke TPA nantinya semakin didominasi oleh sampah residu," ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan BUMDes dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat keberlanjutan pengelolaan bank sampah.
Hingga saat ini telah terbentuk lebih dari seratus bank sampah di Kabupaten Trenggalek, meski belum seluruhnya terintegrasi dengan unit usaha BUMDes.
"Kami mendorong BUMDes dapat berperan sesuai potensi masing-masing desa. Selain mendukung pengelolaan lingkungan, bank sampah juga memiliki peluang untuk memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan," jelasnya.
Kepala Desa Sukorejo M. Nur Huda menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, pengalaman Desa Sukorejo dalam mengembangkan Bank Sampah Mitra Gumiring tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan yang telah dilakukan selama ini.
"Kami juga memulai dari proses belajar. Alhamdulillah, sekarang kami mendapat kesempatan berbagi pengalaman dengan desa lain. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa menjadi referensi dan bermanfaat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pogalan, Suparni mengatakan, kunjungan tersebut memberikan banyak gambaran mengenai pengelolaan bank sampah yang dapat disesuaikan dengan kondisi di desanya.
"Kami berharap ke depan pengelolaan sampah di Desa Pogalan semakin baik. Jika masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, lingkungan menjadi lebih bersih, dan apabila memungkinkan juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun BUMDes," tuturnya.
Baca Juga: Ruang Publik Ramah Anak Masih Terbatas Ada Ruang Terbuka yang Aman dan Nyaman
Melalui kegiatan fasilitasi ini, DLH Kabupaten Trenggalek berharap semakin banyak desa yang mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Selain mendukung upaya pengurangan sampah, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing wilayah. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK