Hanya Ada Belasan dan Kompetisi Lomba Kini Ditiadakan

Gunawan Awan • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:36 WIB
TETAP EKSIS: Perpustakaan di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, yang masih aktif beri layanan ke warga.(GUNAWAN/ RADAR TRENGGALEK)
TETAP EKSIS: Perpustakaan di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, yang masih aktif beri layanan ke warga.(GUNAWAN/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disippus) Trenggalek memutuskan tidak menggelar lomba perpustakaan desa pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil karena perkembangan perpustakaan desa di Trenggalek dinilai masih belum merata.

Selama beberapa tahun terakhir, desa-desa yang menjadi peserta maupun peraih prestasi masih didominasi oleh nama-nama yang sama sehingga kompetisi dinilai kurang memberikan dampak terhadap pemerataan pengembangan perpustakaan desa.

“Dari dinas berharap penghentian sementara lomba dapat dimanfaatkan desa-desa lain untuk berbenah sehingga memiliki kesempatan yang sama ketika lomba kembali digelar pada tahun mendatang,” terang Kabid Perpustakaan Disippus Trenggalek, Ika Merin Setyarto, Selasa (21/7).

Meski lomba ditiadakan, pembinaan terhadap perpustakaan desa tetap menjadi prioritas. Salah satunya melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang merupakan program dari Perpustakaan Nasional.

Baca Juga: Kecamatan Ditiadakan Karnaval Umum

Dia menjelaskan, dalam program tersebut desa memperoleh pendampingan mulai dari tata kelola perpustakaan, pelatihan pengelolaan aplikasi, hingga bantuan berupa koleksi buku, perangkat teknologi informasi, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Di Kabupaten Trenggalek sendiri, jumlah perpustakaan desa yang telah mengikuti program tersebut masih kurang dari 15 desa. Sementara itu, dari ratusan desa yang ada, belum semuanya memiliki perpustakaan yang aktif maupun memenuhi standar layanan.

Dia menjelaskan, sebenarnya pemerintah desa memiliki ruang untuk mengembangkan perpustakaan melalui pemanfaatan dana desa karena regulasinya telah tersedia sejak beberapa tahun lalu.

Namun, implementasi di lapangan masih belum optimal. Hanya segelintir desa yang benar-benar mengalokasikan anggaran secara maksimal untuk pengembangan perpustakaan.

Baca Juga: DLH Trenggalek Dorong Ekonomi Sirkular Desa, Fasilitasi Pengembangan Bank Sampah Berbasis BUMDes

Beberapa desa yang dinilai berhasil mengembangkan perpustakaannya antara lain Karangturi di Kecamatan Munjungan dan Desa Buluagung, Kecamatan Karangan.

Selain memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat, desa juga dapat mengusulkan kebutuhan pengadaan perpustakaan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), seperti yang dilakukan Desa Banaran dengan mengajukan bantuan komputer, rak buku, meja, dan koleksi bacaan. (gun/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
TPBIS Disippus perpustakaan trenggalek