KOTA, Radar Trenggalek – Para warga Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek saat ini memiliki wajah semringah. Pasalnya, saat ini gedung sekolah mereka yang baru akan segera selesai.
Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 92 persen. Karena itu, pihak sekolah mulai bersiap melakukan boyongan dari lokasi rintisan ke gedung baru. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari mobilisasi siswa hingga pemindahan barang milik negara (BMN).
“Kami mempersiapkan perpindahan dari gedung SR (Sekolah Rakyat, Red) rintisan ke SR permanen. Termasuk mobilisasi siswa dan juga aset, baik yang berupa barang tetap maupun persediaan,” ujar Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro.
Dalam proses pemindahan ini, pihak sekolah tidak bekerja sendiri. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut dilibatkan untuk memastikan proses berjalan lancar.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, Dinas Sosial, hingga Tagana untuk membantu mobilisasi,” jelasnya.
Baca Juga: Nasib Infrastruktur 2027 di Ujung Tanduk Belanja Modal Kecil
Tak hanya siswa, sejumlah aset juga akan dipindahkan ke gedung baru. Namun tidak semua barang bisa dibawa karena sebagian tetap menjadi milik sekolah rintisan atau akan digunakan oleh instansi lain.
“Sudah kami klasifikasikan mana yang bisa dipindah dan mana yang tetap di lokasi lama,” imbuhnya.
Rencananya, rangkaian kegiatan akan dimulai pada 31 Juli 2026 dengan agenda open house. Kegiatan tersebut dilanjutkan cek kesehatan gratis pada 1 Agustus, kemudian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dan matrikulasi pada 3 Agustus.
Sementara itu, para siswa menyambut rencana pindahan ini dengan penuh antusias. Mereka tak sabar merasakan suasana belajar di gedung baru dengan fasilitas yang lebih lengkap.
“Anak-anak sangat riang. Mereka ingin segera belajar di sekolah permanen dengan ruang yang lebih luas dan sarana yang lebih memadai,” kata Yogyantoro.
Saat ini, siswa juga tengah mempersiapkan penampilan untuk kegiatan open house, mulai dari paduan suara, tari, karawitan, hingga pidato tiga bahasa.
Dengan hampir rampungnya pembangunan gedung permanen, diharapkan proses belajar mengajar di SR Trenggalek bisa semakin optimal.
“Harapannya tentu dengan fasilitas yang lebih baik, kualitas pembelajaran juga semakin meningkat,” tandasnya.(jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK