TUGU, Radar Trenggalek – Warga Desa Banaran, Kecamatan Tugu, dibuat geger dengan pagi hari kemarin (26/7). Pasalnya, salah satu warga setempat menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi hidup di depan teras sekitar pukul 04.30.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan menangis, terbungkus jarit berwarna merah dan dimasukkan ke dalam tas kain. Ketika proses penemuan, suasana masih sepi, namun tangisan bayi membuat warga penasaran dan mencari sumber suara.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, bayi ditemukan sekitar pukul 04.30 dalam kondisi menangis. Saat ditemukan terbungkus jarit merah dan berada di dalam tas kain di teras rumah warga,” ujar Kapolsek Tugu AKP Sunawir.
Penemuan itu langsung dilaporkan kepada kepala desa setempat yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Tak berselang lama, petugas Polsek Tugu bersama tim mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kemudian mengevakuasi bayi dan membawanya ke puskesmas terdekat guna memastikan kondisi kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan sementara, bayi laki-laki tersebut dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Setelah kami lakukan pemeriksaan awal, kondisi bayi sehat. Selanjutnya penanganan kami serahkan ke dinas sosial, pemberdayaan Perempuan, dan perlindungan anak (dinsos PPPA) untuk perawatan lebih lanjut,” jelas Sunawir.
Baca Juga: Siswa SR Bersiap Boyongan Progres Pembangunan 92 Persen
Hingga kini, bayi tersebut masih dalam pengawasan petugas dan mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, kasus penemuan bayi langsung dilimpahkan ke Polres Trenggalek untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut.
Sunawir menyebut, dari pola kejadian, tidak menutup kemungkinan bayi tersebut sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya. Dugaan sementara, bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah sehingga pelaku nekat membuangnya. “Masih kami dalami. Tidak menutup kemungkinan bayi ini merupakan hasil hubungan gelap sehingga ditinggalkan oleh orang tuanya,” ungkapnya.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa semua dugaan masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan secara pasti. Polisi berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut untuk mengungkap identitas pelaku. “Kami terus lakukan penyelidikan, termasuk mencari informasi terkait orang tua bayi ini. Harapannya segera terungkap,” tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian. “Peran masyarakat sangat penting. Jika ada informasi sekecil apa pun, segera sampaikan kepada kami,” tandasnya.(jaz/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK