TUGU - Radar Trenggalek DI SISI LAIN, bayi laki-laki yang ditemukan di wilayah Desa Banaran, Kecamatan Tugu, diduga lahir tanpa penanganan medis. Pasalnya, saat pertama kali tiba di RSUD dr Soedomo, kondisi bayi masih kotor dan belum mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.
Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono mengatakan, bayi tersebut dirujuk dari Puskesmas Tugu pada Minggu sekitar pukul 09.20. Saat itu bayi dibawa oleh petugas puskesmas, didampingi petugas dari dinas sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (Dinsos PPPA).
“Pada saat datang, kondisi bayi masih kotor. Kami menduga proses persalinannya tidak melalui penanganan medis yang memadai,” ujarnya, Senin (27/7).
Meski demikian, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi bayi relatif sehat. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut memiliki berat badan sekitar 3 kilogram dengan panjang 48 sentimeter. “Setelah kami lakukan pemeriksaan lanjutan, kondisi bayi sehat dan stabil,” jelasnya.
Baca Juga: Suami Cemburu, Perawat Dibacok Dipicu Dugaan Perselingkuhan
Saat ini, bayi masih menjalani perawatan intensif di ruang Matahari atau ruang perinatal RSUD dr Soedomo. Tim medis terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan pascapersalinan.
Jiono menambahkan, observasi akan dilakukan selama tiga hari ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi bayi benar-benar stabil, mengingat proses kelahiran diduga tidak higienis.
“Kami lakukan observasi selama tiga hari untuk memastikan bayi dalam kondisi benar-benar sehat,” ungkapnya.
Setelah masa observasi selesai, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan dinsos P3A terkait penanganan lanjutan. “Biasanya nanti akan dikoordinasikan untuk tindak lanjut, termasuk kemungkinan dibawa ke Surabaya,” tandasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK