Pedagang Musiman mulai Bermunculan Umbul-Umbul Atribut Kemerdekaan

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:08 WIB
MENGAIS REZEKI: Jelang HUT Ke-81 RI, sejumlah pedagang memanfaatkan momen tersebut.(FADLI-JOSHUA/RADAR TRENGGALEK)
MENGAIS REZEKI: Jelang HUT Ke-81 RI, sejumlah pedagang memanfaatkan momen tersebut.(FADLI-JOSHUA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Jelang Agustus, pedagang musiman umbul-umbul mulai menjajakan berbagai atribut kemerdekaan di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Trenggalek.

Beragam perlengkapan bernuansa merah putih dipajang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI). Namun, hingga kini penjualan masih belum seramai yang diharapkan.

Salah seorang pedagang, Iman S, mengaku mulai membuka lapak sejak 25 Juli di salah satu titik di Jalan Trenggalek. Menurutnya, meski sudah memasuki bulan kemerdekaan, jumlah pembeli masih lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, penjualan sekarang memang masih lebih sepi. Biasanya awal Agustus sudah mulai banyak yang mencari umbul-umbul, layur, dan bendera merah putih. Sekarang sudah ada pembeli, tetapi belum seramai tahun kemarin. Saya berharap beberapa hari ke depan penjualan mulai meningkat, karena sekolah, kantor, dan masyarakat biasanya mulai memasang atribut kemerdekaan menjelang 17 Agustus," ujar Iman saat ditemui di lapaknya, Selasa (28/7).

Baca Juga: Evaluasi Komite Ekraf, Penguatan Digitalisasi Dibutuhkan

Iman mengatakan, umbul-umbul menjadi produk yang paling banyak dicari masyarakat. Selain itu, layur dan bendera merah putih juga mulai diminati untuk dipasang di rumah, sekolah, kantor, hingga lingkungan permukiman sebagai bentuk partisipasi memeriahkan peringatan HUT RI.

Meski demikian, omzet penjualan belum stabil. Saat kondisi ramai, pendapatan yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per hari. Namun, pada hari-hari biasa, penjualan masih berada di bawah angka tersebut karena pembeli belum banyak berdatangan.

Menurut dia, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan permintaan atribut kemerdekaan mulai meningkat pada pekan pertama hingga pertengahan Agustus.

Saat itu, instansi pemerintah, sekolah, pelaku usaha, hingga masyarakat mulai memasang bendera dan dekorasi merah putih untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan.

"Harapan kami tentu penjualan bisa terus meningkat sampai menjelang 17 Agustus. Momen seperti ini hanya datang setahun sekali, jadi kami berharap masyarakat semakin antusias membeli atribut kemerdekaan. Kalau ramai, sehari bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 500 ribu sampai Rp1 juta. Semoga tahun ini juga bisa seperti itu," pungkasnya. (bim/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
umbul-umbul Ke-81 Republik Indonesia peringatan HUT RI kemerdekaan hut