KOTA, Radar Trenggalek – Guna memantapkan keterampilan jurnalistik dan pengelolaan media sekolah, puluhan siswa beserta guru pendamping dari MTsN 2 Trenggalek menggelar kunjungan edukasi dan diklat jurnalistik ke kantor Jawa Pos Radar Tulungagung pada Rabu (29/7). Kegiatan ini diikuti 19 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik dan 12 guru pendamping dengan penuh antusias.
Rombongan MTsN 2 Trenggalek tiba di kantor Radar Tulungagung sekitar pukul 08.00 WIB. Acara diawali dengan pembukaan, pemutaran company profile, serta sambutan dari kedua belah pihak. Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Trenggalek, Ahzan Winarto SPd MPd, menyampaikan bahwa diklat ini merupakan bentuk kerja sama kedua kalinya antara MTsN 2 Trenggalek dan Radar Tulungagung.
"Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Harapan kami, melalui pelatihan jurnalistik langsung di dapur redaksi Radar Tulungagung, anak-anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mampu mempublikasikan berbagai agenda dan prestasi madrasah secara mandiri dan profesional," ujar Ahzan Winarto.
Baca Juga: Evaluasi Komite Ekraf, Penguatan Digitalisasi Dibutuhkan
Memasuki sesi materi utama, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai teknik penulisan dan pengeditan berita cetak yang disampaikan oleh Wakil Pemimpin Redaksi Radar Tulungagung, Dharaka. Dalam sesi ini, para siswa diajarkan dasar-dasar jurnalistik, pemenuhan unsur 5W+1H, pemilihan sudut pandang (angle) berita yang menarik, hingga pentingnya etika jurnalistik dan proses editing sebelum berita diterbitkan. Materi diselingi ice breaking interaktif yang membuat suasana semakin cair dan meriah.
Tidak hanya fokus pada media cetak, pelatihan dilanjutkan dengan materi Diklat Pengelolaan Media Sosial yang dibawakan oleh Amalia Rizky IP dari tim Digital Radar Tulungagung. Peserta dibekali strategi pengelolaan medsos modern, pembuatan konten kreatif, optimasi platform digital, hingga cara mengemas informasi madrasah agar menarik minat generasi muda di era serbadigital.
Di setiap akhir sesi materi, panitia membuka sesi tanya jawab (QnA). Para siswa tampak percaya diri mengajukan pertanyaan seputar tantangan menjadi jurnalis, tips mengatasi rasa canggung saat wawancara, hingga kiat konsisten mengelola konten digital.
Salah satu siswi kelas VIII, Gisella Quincia Az-Zahra, mengaku sangat terkesan dengan diklat ini. "Saya hobi menulis dan bercita-cita menjadi jurnalis di masa depan. Lewat diklat ini, saya mendapat banyak ilmu baru dan makin bersemangat mengasah bakat menulis," tuturnya.
Baca Juga: Pedagang Musiman mulai Bermunculan Umbul-Umbul Atribut Kemerdekaan
Tak sekadar teori, para peserta juga langsung diajak melakoni praktik penulisan berita koran dan pembuatan konten media sosial selama 45 menit. Siswa dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan simulasi wawancara dengan pemateri, mengambil visual, serta menyusun draf berita bertema "Kunjungan MTsN 2 Trenggalek ke Jawa Pos Radar Tulungagung". Hasil karya tiap kelompok kemudian dievaluasi bersama oleh tim redaksi untuk memberikan masukan konstruktif.
Rangkaian diklat diakhiri dengan sesi foto bersama dan room tour di area kerja Jawa Pos Radar Tulungagung. Peserta diajak melihat langsung dari dekat aktivitas jurnalistik, ruang redaksi, hingga dapur produksi konten digital.
Pihak Radar Tulungagung menyambut hangat semangat para peserta dan berharap diklat singkat ini dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi MTsN 2 Trenggalek untuk terus berkarya, berkreasi dalam bentuk esai, berita maupun artikel, serta memajukan budaya literasi di lingkungan sekolah dan sekitarnya.(gun/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK