Siswa Sekolah Rakyat Diboyong ke Gedung Baru, Nomenklatur Baru, SRT 50 Resmi Jadi SRT 1

Zaki Jazai • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:06 WIB
GENERASI PENERUS: Siswa SRT 1 Trenggalek ketika diantar keluarga untuk boyongan ke gedung baru, Jumat (31/7).(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)
GENERASI PENERUS: Siswa SRT 1 Trenggalek ketika diantar keluarga untuk boyongan ke gedung baru, Jumat (31/7).(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Seluruh siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Trenggalek mulai diboyong ke gedung permanen pada Jumat (31/7). Bersamaan dengan itu, nomenklatur sekolah juga resmi berubah dari SRT 50 menjadi SRT 1 Trenggalek.

PIC Kemensos RI untuk program Sekolah Rakyat, Laode Taufik Nuryadin mengatakan, pemindahan siswa dilakukan secara bertahap, termasuk 75 siswa existing yang sebelumnya masih menempati gedung rintisan.

“Hari ini siswa yang sebelumnya di rintisan mulai diboyong ke sini. Mohon doa dan dukungannya agar prosesnya berjalan lancar,” ujarnya saat kegiatan open house.

Dia menjelaskan, perubahan nama dari SRT 50 menjadi SRT 1 merupakan penyesuaian nomenklatur di tingkat kabupaten/kota. Sebelumnya, penamaan SRT 50 digunakan saat masih dalam tahap perintisan oleh Kementerian Sosial.

“Sekarang penamaannya dikembalikan menjadi SRT 1 Trenggalek untuk level kabupaten. Kalau tingkat provinsi biasanya SRT 2,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menggelar open house yang dihadiri ratusan orang tua siswa. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kondisi dan fasilitas sekolah baru, sekaligus memberikan pemahaman kepada wali murid terkait proses pembelajaran ke depan.

Baca Juga: Raperda Desa Masih Butuh Perbaikan Tunda Fasilitasi ke Pemprov

Laode mengakui pembangunan kampus masih belum sepenuhnya rampung. Namun, fasilitas utama seperti ruang kelas dan asrama sudah dapat difungsikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Memang masih ada beberapa bagian yang dalam proses finishing, seperti instalasi listrik dan beberapa fasilitas pendukung. Tapi secara umum sudah siap digunakan,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya 75 siswa, kini bertambah menjadi sekitar 240 siswa.

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Sekda Trenggalek, St. Triadi Atmono, menyebut program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang putus sekolah atau belum sempat mengenyam pendidikan,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR yang telah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Trenggalek.

Dengan mulai ditempatinya gedung permanen tersebut, diharapkan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat semakin optimal.

 “Tentu saja semoga dengan sekolah rakyat ini mampu menjangkau lebih banyak anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Trenggalek," pungkasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
SRT St. Triadi Atmono Laode Taufik Nuryadin PIC Kemensos RI Sekda Trenggalek