KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek terus memperluas akses informasi lowongan pekerjaan termasuk kegiatan job fair.
Karena belum memungkinkan menggelar job fair secara mandiri, maka pihak dinas hanya bisa mengapresiasi inisiatif sejumlah sekolah yang menyelenggarakan bursa kerja khusus (BKK).
Menurut Kepala Disperinaker Trenggalek Christina Ambarwati mengaku, pelaksanaan job fair oleh sekolah tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sekolah tersebut, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum serta lulusan dari sekolah lain.
Baca Juga: Kepedulian Lingkungan lewat Gasstik Bersedekah Botol Plastik Bekas
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif sekolah-sekolah. Karena kami belum memiliki kesempatan menggelar job fair sendiri, kegiatan yang dilakukan BKK ini sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses informasi lowongan pekerjaan," ujarnya.
Disperinaker juga mulai merancang agar Kabupaten Trenggalek dapat bergabung dalam program International Manpower Development Organization (IM) Japan mulai 2027.
Program yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan tersebut merupakan jalur resmi penempatan tenaga kerja ke Jepang melalui mekanisme government to government (G to G).
Baca Juga: Usulkan KDMP Ada Pojok Baca Usung Konsep TPBIS
Selama ini, peserta asal Trenggalek yang ingin mengikuti program tersebut masih harus bergabung dalam proses seleksi yang dilaksanakan melalui Kabupaten Kediri.
"Insya Allah mulai sekarang kami rancang agar tahun 2027 Trenggalek bisa ikut berpartisipasi secara langsung sehingga semakin banyak anak-anak Trenggalek memiliki kesempatan mengikuti program IM Japan," katanya.
Untuk mengikuti program tersebut, peserta harus melalui proses seleksi ketat. Tahapannya meliputi tes matematika, psikotes, pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan, hingga kemampuan dasar bahasa Jepang.
Baca Juga: Gedung Baru, Persiapan MPLS SR Terintegrasi
Sebelum mengikuti seleksi nasional, peserta juga akan mendapatkan pelatihan pra-seleksi di daerah. Setelah lolos, mereka mengikuti pelatihan daerah selama sekitar 70 hari sebelum melanjutkan tahapan berikutnya sesuai ketentuan program IM Japan.
Dengan berbagai program tersebut, disperinaker berharap semakin banyak tenaga kerja asal Trenggalek yang terserap di dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri.
Upaya peningkatan kompetensi dan pembukaan akses kerja dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Trenggalek. (gun/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK