KOTA, Radar Trenggalek – Sejumlah wasit sepak bola di Bumi Menak Sopal mengakhiri kariernya sejak dini. Pasalnya, mereka terancam sanksi berat hingga pencabutan lisensi setelah nekat memimpin pertandingan dalam turnamen yang tidak mengantongi rekomendasi resmi dari Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Trenggalek.
Hal tersebut diakui oleh Ketua Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek, Irfan Firdianto.
Menurut dia, penjatuhan sanksi tersebut karena mereka nekat memimpin turnamen sepak bola antarpelajar bertajuk Trenggalek Student League. Padahal, turnamen tersebut digelar belum mendapatkan izin resmi dari Askab. Namun, pertandingan tetap berlangsung dan dipimpin oleh wasit yang terdaftar.
“Informasi yang kami terima, kegiatan itu belum mendapatkan rekomendasi dari Askab PSSI Trenggalek, tetapi tetap berjalan,” ujarnya, Senin (3/8).
Padahal, komdis telah lebih dulu memberikan peringatan kepada Komisi Wasit agar tidak menugaskan perangkat pertandingan dalam ajang tersebut. Teguran secara lisan juga telah disampaikan kepada para wasit yang akan terlibat.
Baca Juga: Ekonomi Dominasi Faktor Gugatan Cerai
“Kami sudah mengingatkan agar wasit tidak memimpin pertandingan tersebut. Namun kenyataannya masih ada yang tetap bertugas,” imbuhnya.
Akibat pelanggaran tersebut, komdis menjatuhkan sanksi teguran keras kepada 16 perangkat pertandingan. Sanksi itu tertuang dalam surat Komdis Askab PSSI Trenggalek Nomor 01/Komdis.Askab.PSSI.Trk/VII/2026.
Namun, karena tidak mengindahkan sanksi awal, sejumlah wasit kembali dijatuhi hukuman lanjutan. Berdasarkan surat Nomor 02/Komdis.Askab.PSSI.Trk/VIII/2026, sembilan wasit dikenai sanksi larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola selama 1 tahun.
Irfan menegaskan, sanksi tersebut bersifat mengikat karena para wasit merupakan bagian dari Askab PSSI Trenggalek.
“Wasit itu aset Askab, sehingga mereka wajib mematuhi aturan yang berlaku,” tegasnya.
Baca Juga: Karangan Fest 2026 Sedot Perhatian Warga Kades Karangan Beri Apresiasi Kreativitas Pemuda
Dia juga mengingatkan bahwa sanksi bisa diperberat jika pelanggaran serupa kembali terjadi. Bahkan tidak menutup kemungkinan lisensi wasit akan dicabut.
Dengan adanya sanksi ini, komdis berharap seluruh perangkat pertandingan dapat lebih disiplin dan mematuhi regulasi yang berlaku, khususnya terkait keabsahan turnamen yang digelar di wilayah Trenggalek.
“Kalau masih mengulangi, sanksinya bisa lebih berat, mulai dari pembekuan aktivitas hingga pencabutan lisensi,” tandasnya.(jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK