Wasit Telah Kantongi Legalitas Asprov Merasa Jadi Korban

Zaki Jazai • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:15 WIB
Sejumlah wasit merasa dirugikan usai disanksi Askab PSSI Trenggalek meski kantongi legalitas Asprov Jatim.(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)
Sejumlah wasit merasa dirugikan usai disanksi Askab PSSI Trenggalek meski kantongi legalitas Asprov Jatim.(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek –Di sisi lain, polemik turnamen Trenggalek Student League yang diketahui belum mendapat rekomendasi dari Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Trenggalek terus bergulir. Pasalnya, sejumlah wasit yang mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek merasa menjadi pihak yang dirugikan.

Hal tersebut lantaran mereka mengaku telah mengantongi rekomendasi dan penugasan resmi dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur. Apalagi, berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, sejak awal penyelenggara turnamen sebenarnya telah mengajukan permohonan rekomendasi kepada Askab PSSI Trenggalek. Namun, hingga mendekati pelaksanaan, rekomendasi tersebut belum juga terbit.

“Penyelenggara sudah bersurat ke Askab untuk meminta rekomendasi. Tapi karena waktunya semakin mepet, kegiatan tetap berjalan,” ujar perwakilan wasit, Danang Fredian.

Menurut Danang, para wasit tetap bersedia memimpin pertandingan karena melihat turnamen tersebut sebagai wadah positif bagi pembinaan pemain usia muda, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA.

“Kami melihat ini sebagai ajang pembinaan akar rumput yang sangat bagus. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Lisensi 9 Wasit Terancam Dicabut Pimpin Laga Tak Resmi

Dia juga mengungkapkan, sebelum memimpin pertandingan, para wasit telah menerima surat penugasan resmi dari Asprov PSSI Jawa Timur. Hal itu terlihat dari surat Asprov nomor 073/PSSI-Jatim/TGS/VII/2026.

Bahkan, rekomendasi penyelenggaraan turnamen juga telah diterbitkan di tingkat provinsi. Itu dibuktikan dengan surat nomor 009/R/PSSI-Jatim/VII/2026.

“Dari Asprov sudah keluar surat rekomendasi penyelenggaraan, sekaligus penugasan untuk 16 wasit. Artinya, kami sudah memiliki legalitas dari Asprov,” jelasnya.

Meski demikian, Komdis Askab PSSI Trenggalek tetap menjatuhkan sanksi kepada para wasit karena dianggap memimpin pertandingan tanpa rekomendasi dari Askab.

Danang menilai, dalam situasi ini justru wasit yang menjadi korban dari belum sinkronnya kebijakan antara Askab dan Asprov.

“Yang jadi korban akhirnya wasit. Padahal ini kegiatan positif untuk pembinaan anak-anak,” tegasnya.

Dia berharap Asprov PSSI Jawa Timur dapat memberikan perlindungan kepada para wasit yang telah menjalankan tugas berdasarkan penugasan resmi.

Dengan adanya polemik ini, para wasit tetap menegaskan komitmennya untuk mendukung pembinaan sepak bola usia dini, meski dihadapkan pada risiko sanksi dari organisasi di tingkat kabupaten.

“Kami berharap ada pengawalan dari Asprov, karena kami menjalankan tugas berdasarkan surat yang kami terima,” tandasnya.

Sementara itu, terkait surat rekomendasi tersebut, pihak Askab PSSI Trenggalek belum bisa memberi tanggapan.(jaz/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Askab Komdis pssi asprov jatim