KOTA, Radar Trenggalek – Serangkaian peristiwa kebakaran di Bumi Menak Sopal sepanjang tahun 2026 tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga korban jiwa.
Buktinya, dari total 38 kejadian yang tercatat sejak Januari hingga Juli 2026 kemarin, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka bakar.
Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran, dan Non Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek, Wasis Widodo mengungkapkan, korban jiwa tersebut terjadi dalam satu peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Trenggalek.
Baca Juga: Ancaman Krisis Air dan Karhutla Musim Kemarau Kian Panjang Sembilan Desa mulai Terdampak
“Dalam satu kejadian, terdapat tiga korban. Dua orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka bakar, sementara satu lainnya masih dalam perawatan,” ujarnya, Selasa (4/8).
Secara keseluruhan, selama periode Januari hingga Juli 2026, tercatat 38 kasus kebakaran di Trenggalek. Dari jumlah tersebut, penyebab terbanyak berasal dari kelalaian manusia sebanyak 18 kasus, disusul korsleting listrik sebanyak 16 kasus.
“Selebihnya dipicu kompor gas maupun aktivitas memasak menggunakan kayu bakar,” jelasnya.
Baca Juga: Kepedulian Lingkungan lewat Gasstik Bersedekah Botol Plastik Bekas
Wasis menambahkan, objek yang paling banyak terdampak kebakaran adalah rumah tinggal. Selain itu, kejadian juga melibatkan kandang ternak, lahan tebu, hingga rumpun bambu.
Dia menjelaskan, salah satu penyebab kebakaran pada kandang ternak adalah penggunaan api atau diang untuk mengusir nyamuk. Kurangnya pengawasan membuat api mudah membesar, terlebih saat kondisi angin kencang.
“Karena tidak diawasi, api bisa membesar dan merambat ke bangunan lain,” katanya.
Menyikapi tingginya angka kebakaran dan adanya korban jiwa, pihak Damkar Trenggalek terus meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Damkar Go To School yang menyasar pelajar, guru, hingga wali murid.
“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar masyarakat lebih memahami bahaya kebakaran dan cara pencegahannya,” imbuhnya.
Baca Juga: Nyawa Hilang usai Terjun ke Jurang Saat Subuh, Diduga Hilang Konsentrasi
Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan api, terutama di musim kemarau. Warga diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan serta menghindari kebiasaan membakar sampah sembarangan.
“Kalau terpaksa menggunakan api, pastikan tetap diawasi. Lebih baik hindari membakar sampah untuk mengurangi risiko kebakaran,” tandasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK