Kemeriahan Bersih Desa Kerjo Kolaborasikan Tradisi Kuno dan Hiburan Milenial

Gunawan Awan • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:01 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Kesenian tiban ‘Kebat Tiban Gajah Putih’ dalam rangkaian kegiatan Bersih Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Selasa (4/8).(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
LESTARIKAN BUDAYA: Kesenian tiban ‘Kebat Tiban Gajah Putih’ dalam rangkaian kegiatan Bersih Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Selasa (4/8).(GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

KARANGAN, Radar Trenggalek – Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, tumpah ruah oleh gemuruh sukacita warga. Pemerintahan Desa (Pemdes) Kerjo menggelar pesta rakyat maraton selama dua hari dua malam. Agenda ini sekaligus memperingati Bersih Desa dan HUT Ke-81 RI.

​Kepala Desa Kerjo, Rebo, atau yang akrab disapa Mbah Boy, menjelaskan bahwa tradisi tahunan ini dirancang melingkupi seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian acara dibuka pada Minggu  (2/8) malam melalui majelis doa bersama dan istigotsah di Pendapa Agung Gajah Putih.

​"Sekitar 150 undangan hadir, mulai dari perangkat desa, BPD, RT/RW, tokoh agama, hingga pemangku musala dan masjid se-Desa Kerjo. Kita awali dengan kepasrahan dan syukur kepada Tuhan," ungkap Mbah Boy, Selasa (4/8).

Memasuki malam kedua, Senin (3/8), suasana berganti menjadi riuh gempita. Lapangan Desa Kerjo menjadi saksi parade Karnaval Sound Miniatur dan Truk Sound Tingkat Jawa Timur.

Baca Juga: Kebakaran 2026 Telan Dua Korban Jiwa 38 Kasus, Mayoritas Dipicu Kelalaian

Tak kurang dari 93 peserta dari berbagai daerah memamerkan kreasi miniatur audio kreatif mereka. Parade hiburan sound berkelas ini menyuguhkan deretan bintang tamu audio ternama dari pukul 19.30 hingga dini hari.

​Kemeriahan berlanjut pada Selasa (4/8) pagi. Lapangan desa dipadati warga yang antusias mengikuti senam massal. Agenda ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari lansia, remaja, hingga siswa SD dan MI se-Desa Kerjo. Usai tubuh segar berolahraga, warga disuguhi hiburan musik Orkes Melayu Angkasa Elektronik hingga siang hari.

Lestarikan Warisan Leluhur dan Nuansa Religi

​Memasuki Selasa siang, atraksi paling ditunggu digelar: Kesenian Tiban ‘Kebat Tiban Gajah Putih’. Seni cambuk tradisional tingkat Jawa Timur ini menyedot perhatian ribuan pasang mata. Jawara-jawara tiban dari Tulungagung, Trenggalek, hingga Blitar saling beradu ketangkasan secara sportif.

​"Seni tiban ini adalah warisan budaya luhur yang biasanya disuguhkan di Trenggalek. Jangan sampai ditinggalkan! Melalui bersih desa ini, kita konsisten nguri-uri budaya agar generasi muda tetap mengenal identitas daerahnya," tegas kades yang dikenal dekat dengan warganya tersebut.

​Puncak perayaan ditutup pada Selasa malam dengan nuansa keagamaan yang kental. Ribuan jemaah memadati lokasi untuk mengikuti lantunan gema selawat bersama Gus Badar (Jal Jalut Indonesia).

​Mbah Boy berharap sinergi antara tradisi, hiburan rakyat, dan nilai spiritualitas ini terus terjaga di tahun-tahun mendatang. Rangkaian kegiatan ini juga tak lepas dari kolaborasi pemuda karang taruna, jajaran keagamaan, serta dukungan akademisi mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung.

"Harapan ke depan, kegiatan rutin tiap tahun ini bisa digelar makin semarak. Budaya tetap lestari, masyarakat rukun, dan Desa Kerjo senantiasa mendapat berkah," pungkasnya. (gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
kecamatan karangan HUT Ke-81 RI Kebat Tiban Gajah Putih Pemdes