JAKARTA – Gerhana matahari merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi cahaya Matahari dan membentuk bayangan di permukaan Bumi. Meski fase bulan baru terjadi setiap bulan, gerhana matahari tidak selalu menyertainya. Lantas, mengapa hal itu bisa terjadi?
Secara umum, Matahari berukuran sekitar 400 kali lebih besar daripada Bulan, tetapi juga berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi. Perbandingan ini membuat Matahari dan Bulan tampak hampir sama besar jika dilihat dari Bumi. Selain itu, orbit Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips sehingga jaraknya selalu berubah. Saat Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi disebut perigee, sedangkan titik terjauh disebut apogee. Perbedaan jarak tersebut membuat ukuran tampak Bulan bisa sedikit lebih besar atau lebih kecil.
Gerhana tidak terjadi setiap bulan karena bidang orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Akibatnya, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi tidak selalu berada dalam satu garis lurus. Gerhana hanya terjadi ketika ketiga benda langit tersebut benar-benar sejajar.
Baca Juga: Sepeda Listrik Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Pintar IoT, NFC, dan Baterai Awet Bebas Rugi
Jenis-jenis Gerhana Matahari
Berdasarkan posisi dan ukuran tampak Bulan, gerhana matahari dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
Gerhana Matahari Sebagian, terjadi ketika Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari.
Gerhana Matahari Cincin, terjadi saat Bulan berada di titik apogee sehingga tampak lebih kecil dan masih menyisakan cincin cahaya Matahari.
Baca Juga: Sepeda Listrik Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Canggih Baterai Awet Bebas Mahal
Gerhana Matahari Total, terjadi ketika Bulan berada di sekitar perigee sehingga tampak lebih besar dan mampu menutupi seluruh piringan Matahari.
Mengapa Gerhana Matahari Total Sangat Langka?
Saat gerhana matahari total, Bulan menghasilkan dua jenis bayangan, yaitu umbra dan penumbra. Umbra merupakan bagian bayangan tempat Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan, sedangkan penumbra hanya menutupi sebagian cahaya Matahari.
Karena ukuran bayangan umbra relatif kecil, hanya wilayah yang dilalui jalur umbra yang dapat menyaksikan gerhana matahari total. Di lokasi yang sama, fenomena totalitas diperkirakan baru akan terulang sekitar 375 tahun sekali, sementara durasi gerhana matahari total di suatu tempat paling lama hanya sekitar tujuh menit.
Baca Juga: Sepeda Listrik Murah Awet 2026: Rekomendasi Fitur NFC Baterai Tahan Lama yang Bebas Drop
source: Youtube @obsbosscha
Editor : Ais Mufida Zamzam