Empat Gerhana Akan Terjadi pada 2026, Hanya Satu yang Bisa Disaksikan dari Indonesia

Ais Mufida Zamzam • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:05 WIB
Empat gerhana akan terjadi sepanjang 2026. Namun, hanya gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 yang dapat disaksikan dari Indonesia, menurut penjelasan BRIN.
Empat gerhana akan terjadi sepanjang 2026. Namun, hanya gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 yang dapat disaksikan dari Indonesia, menurut penjelasan BRIN.

JAKARTA – Sepanjang tahun 2026 akan terjadi empat fenomena gerhana, terdiri dari dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan. Namun, tidak semua peristiwa astronomi tersebut dapat diamati dari Indonesia. Berdasarkan penjelasan Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Jamaluddin, hanya satu gerhana yang dapat disaksikan secara langsung dari wilayah Indonesia.

Mengacu pada data NASA, fenomena gerhana pertama pada 2026 adalah gerhana matahari cincin yang diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026. Selanjutnya, gerhana bulan total akan berlangsung pada 3 Maret 2026, disusul gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026, dan gerhana bulan sebagian pada 27–28 Agustus 2026.

Hanya Gerhana Bulan Total yang Terlihat dari Indonesia

Thomas Jamaluddin menjelaskan, gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 menjadi satu-satunya fenomena gerhana yang dapat diamati dari Indonesia karena berlangsung pada malam hari waktu Indonesia.

Baca Juga: Sepeda Listrik Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Pintar IoT, NFC, dan Baterai Awet Bebas Rugi

Sementara itu, tiga gerhana lainnya tidak dapat disaksikan dari Indonesia. Dua gerhana matahari terjadi karena jalur bayangan Bulan berada jauh dari wilayah Nusantara. Sedangkan gerhana bulan sebagian pada 27–28 Agustus 2026 berlangsung saat siang hari di Indonesia, sehingga tidak dapat diamati.

Gerhana Matahari Total Jadi Fenomena Astronomi Terbaik 2026

Meski tidak terlihat dari Indonesia, gerhana matahari total pada Agustus 2026 diperkirakan menjadi salah satu fenomena astronomi paling menarik tahun ini.

Menurut NASA, jalur totalitas gerhana akan melintasi kawasan Arktik, kemudian bergerak menuju Greenland, Islandia, Rusia, hingga sebagian wilayah Spanyol. Di wilayah tersebut, Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga langit berubah gelap layaknya senja meski masih siang hari.

Baca Juga: Sepeda Listrik Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Canggih Baterai Awet Bebas Mahal

Di luar jalur totalitas, masyarakat di berbagai wilayah Eropa, Afrika, dan Amerika Utara masih dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian.

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengikuti fenomena tersebut, pengamatan tetap dapat dilakukan melalui siaran langsung yang disediakan oleh lembaga astronomi maupun komunitas pengamat langit.

 

source: Youtube @kompascom

Editor : Ais Mufida Zamzam
Gerhana Matahari Total 2026 Gerhana Matahari Cincin Gerhana 2026 Gerhana Bulan Total 2026 BRIN