PANGGUL, Radar Trenggalek – Kekeringan mulai melanda di sejumlah wilayah Bumi Menak Sopal seperti di Kecamatan Panggul. Di lokasi tersebut, awalnya krisis air bersih terdeteksi di lima desa, tetapi kini meluas hingga enam desa terdampak.
Plt Camat Panggul, Bambang Supriadi mengaku, desa-desa yang mengalami krisis air bersih tersebut datang relatif bersama.
Desa yang terdampak meliputi Desa Nglebeng, Panggul, Ngrencak, Kertosono, dan Besuki, setelah itu disusul Desa Karangtengah. Kondisi ini diketahui setelah tim gabungan melakukan survei lapangan beberapa waktu lalu.
“Dari hasil survei, awalnya ada lima desa terdampak, kemudian berkembang menjadi enam desa yang mengalami kekeringan,” ujarnya, Rabu (5/8).
Dia menjelaskan, dampak kekeringan yang dirasakan warga berupa menurunnya debit air sumur, bahkan sebagian air berubah keruh dan berbau.
Baca Juga: Diajak ke Pantai, Bocah SD Jadi Korban Pencabulan
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. “Beberapa sumur warga debitnya menurun, bahkan ada yang kualitas airnya menurun sehingga perlu bantuan air bersih,” jelasnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, pemerintah kecamatan, hingga BBWS Brantas langsung bergerak menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap.
Distribusi air dilakukan dengan mobil tangki berkapasitas 4.000 hingga 6.000 liter yang diambil dari PDAM Trenggalek. Penyaluran dilakukan ke sejumlah titik, mulai dari pemukiman warga hingga fasilitas umum seperti sekolah. “Penyaluran air bersih sudah dilakukan di beberapa desa dengan total puluhan ribu liter setiap harinya,” tandas Bambang.
Dia menambahkan, untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah kecamatan bersama tim telah menyusun jadwal distribusi air bersih ke desa-desa terdampak.
“Kami sudah melakukan penjadwalan distribusi agar bantuan merata dan bisa menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan, perangkat desa, hingga Pramuka Peduli untuk membantu proses distribusi di lapangan.
Bambang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung. Dia juga memastikan pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan penyaluran bantuan sesuai kebutuhan warga.
“Kami harap masyarakat bisa menghemat penggunaan air, sementara bantuan akan terus kami upayakan agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi,” tandas pria yang saat ini masih menjabat sebagai Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek ini. (jaz/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK