Kotak Amal Masjid Disasar Lagi Pelaku Beraksi Siang Hari di Bendungan

Zaki Jazai • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:37 WIB
TEGA: Pengurus Masjid Al Huda, Dusun Kacangan, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, menujukkan lokasi kotak amal yang jadi sasaran pencuri hingga empat kali.(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)
TEGA: Pengurus Masjid Al Huda, Dusun Kacangan, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, menujukkan lokasi kotak amal yang jadi sasaran pencuri hingga empat kali.(ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

BENDUNGAN, Radar Trenggalek – Aksi pencurian kotak amal masih menyatroni sejumlah masjid di Kabupaten Trenggalek.

Terbaru, peristiwa tersebut terjadi di Masjid Al Huda, Dusun Kacangan, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan. Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Pencurian di Masjid Al Huda diketahui saat pembina Masjid Al Huda, Seno, hendak memasukkan uang ke dalam kotak amal.

Dia terkejut melihat kondisi kotak amal yang tidak seperti biasanya. “Paginya, saya mau memasukkan uang, tapi terlihat ada kejanggalan. Setelah dibuka, ternyata uangnya sudah hilang,” ujar Seno, Rabu (5/8).

Setelah itu, pihak takmir langsung berkoordinasi dan mengecek rekaman kamera CCTV yang terpasang di dalam masjid. Dari rekaman tersebut, terlihat seorang pelaku beraksi seorang diri pada Rabu, 29 Juli 2026, sekitar pukul 10.29.

Baca Juga: Disiplin Penggunaan HP Jadi Tantangan Di Lingkungan Sekolah

Mengetahui hal itu, takmir masjid segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bendungan. “Kamis itu juga langsung kami laporkan dan hari itu juga polisi langsung datang ke lokasi,” imbuhnya.

Seno menjelaskan, saat kejadian, kondisi masjid relatif sepi. Meski demikian, di depan masjid terdapat bengkel motor yang cukup ramai aktivitas.

Namun, warga sekitar tidak menaruh curiga karena masjid tersebut memang kerap digunakan musafir, termasuk sales maupun kurir untuk beristirahat dan menunaikan salat.

Dia juga mengungkapkan bahwa kasus pencurian kotak amal di masjid tersebut bukan pertama kali terjadi. Bahkan, peristiwa serupa disebut sudah terjadi beberapa kali sebelumnya.

“Sudah hampir empat kali kejadian. Makanya kami pasang CCTV agar bisa menjadi bukti kalau terjadi lagi,” jelasnya.

Akibat kejadian ini, takmir masjid diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar Rp 5 juta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi isi kotak amal yang belum dibuka selama kurang lebih empat bulan terakhir.

Seno berharap pelaku segera tertangkap agar memberikan efek jera dan tidak kembali meresahkan masyarakat.

“Kami berharap pelakunya segera tertangkap, supaya ada efek jera dan jemaah bisa merasa aman,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bendungan AKP Rudi Sugiarto membenarkan adanya kejadian pencurian tersebut. Dia menyebut pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan intensif.

“Benar, kami masih melakukan lidik. Sejumlah saksi sudah kami periksa,” ujarnya.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Meluas di Kecamatan Panggul Dari Lima Jadi Enam Desa, Distribusi Air Bersih Telah Dijadwalkan

Menurut dia, polisi telah memintai keterangan dari empat hingga lima orang saksi, mulai dari takmir masjid, jemaah, hingga warga sekitar.

Selain itu, polisi juga menelusuri nomor polisi kendaraan yang sempat beredar di media sosial. Namun, hasil pengecekan menunjukkan nomor tersebut tidak sesuai dengan data di samsat.

“Hasil pengecekan, nomor polisi tersebut tidak ada kesesuaian. Artinya, kemungkinan palsu,” jelasnya.

Rudi menambahkan bahwa hingga kini masih terus mendalami identitas pelaku, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan kasus serupa di wilayah lain di Trenggalek.

Meski rekaman CCTV sempat merekam wajah pelaku, kualitas gambar dinilai belum cukup jelas untuk mengidentifikasi secara pasti. “Identitas pelaku masih kami dalami. Kami juga terus mengumpulkan informasi tambahan,” pungkasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
AKP Rudi Sugiarto pencurian kotak amal Masjid Al Huda Polsek Bendungan Kecamatan Bendungan