KOTA, Radar Trenggalek – Wajah Terminal MPU Trenggalek kembali menjadi sorotan. Sejumlah material bangunan terlihat menumpuk di sisi barat kawasan terminal. Kondisi tersebut dinilai mengurangi estetika lingkungan sekaligus menimbulkan kesan semrawut pada salah satu fasilitas publik yang semestinya menjadi pusat aktivitas transportasi masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan material berupa besi perancah, paving, beton pracetak, hingga perlengkapan konstruksi lainnya memenuhi sebagian area di sisi barat terminal. Material tersebut tersusun dalam jumlah cukup banyak dan menempati lahan terbuka yang berada tidak jauh dari akses keluar-masuk kendaraan.
Selain membuat pemandangan kurang rapi, keberadaan material bangunan juga memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai pemanfaatan kawasan terminal ke depan. Pasalnya, Terminal MPU Trenggalek selama ini menjadi salah satu simpul transportasi yang menghubungkan angkutan dalam kota maupun antarkecamatan.
Sejumlah warga berharap keberadaan material tersebut hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari pekerjaan pembangunan atau perbaikan fasilitas.
Mereka menilai kawasan terminal membutuhkan sentuhan peremajaan agar kembali berfungsi secara optimal sekaligus memberikan kenyamanan bagi penumpang maupun pengemudi angkutan.
Baca Juga: Peralatan KDMP Datang, Pemdes Tunggu Kejelasan Operasional
"Kalau memang material itu untuk pembangunan tentu bagus. Harapannya setelah selesai, kondisi terminal menjadi lebih tertata dan nyaman," ujar salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Tidak hanya dari sisi fungsi, pembenahan kawasan terminal juga dinilai penting untuk meningkatkan citra daerah. Sebagai salah satu pintu masuk mobilitas masyarakat, terminal menjadi wajah pelayanan transportasi yang mencerminkan kualitas fasilitas publik di Kabupaten Trenggalek.
Saat ini, aktivitas di sekitar terminal masih berjalan sebagaimana mestinya. Namun, area yang dipenuhi material bangunan tampak mendominasi sebagian sisi barat kawasan. Jika dibiarkan dalam waktu lama tanpa penataan, kondisi tersebut dikhawatirkan semakin mengurangi kenyamanan pengguna terminal.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Angkutan dan Keselamatan Dinas Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Trenggalek, Budi Supriyanto mengatakan, pemanfaatan area terminal untuk penitipan sementara peralatan dan kendaraan operasional milik kontraktor pelaksana Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Trenggalek.
Penitipan material proyek (paku bumi, scaffolding, dan alat berat) merupakan bentuk fasilitasi tempat yang memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
“Mengingat tingkat aktivitas armada kendaraan di terminal saat ini relatif sedang tidak padat, optimalisasi lahan yang menganggur menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui penarikan retribusi yang sah,” ungkapnya, Rabu (5/8).
Langkah ini dilaksanakan secara profesional dengan tetap mengutamakan aspek keamanan, keselamatan, serta kelancaran operasional terminal.
Seluruh peralatan dan material yang ditempatkan di area terminal merupakan milik pihak ketiga/rekanan yang sedang menyelesaikan proyek strategis dari pemerintah pusat. Penitipan armada dan material ini bersifat sementara hingga seluruh rangkaian pekerjaan teknis dan proses peresmian proyek selesai dilaksanakan.
Melalui mekanisme ini, fasilitas daerah yang sebelumnya belum terpakai secara maksimal dapat memberikan nilai tambah ekonomi secara transparan dan akuntabel demi mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah. (gun/c1/din)
Editor : Adinda Okta FitrianaSumber : RADAR TRENGGALEK