Kebakaran Savana Gunung Bromo Meluas hingga 7,9 Hektare, Wisata Ditutup Sementara demi Keselamatan

Cendikiawan Tristan Valentino • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Kebakaran savana Gunung Bromo yang meluas hingga 7,9 hektare memaksa penutupan sementara kawasan wisata, sementara petugas terus berupaya menjinakkan api agar tidak semakin meluas.
Kebakaran savana Gunung Bromo yang meluas hingga 7,9 hektare memaksa penutupan sementara kawasan wisata, sementara petugas terus berupaya menjinakkan api agar tidak semakin meluas.

 

PROBOLINGGO – Kebakaran Savana Gunung Bromo meluas hingga sekitar 7,9 hektare sejak Senin petang. Api yang membakar kawasan savana di Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang, terus merambat ke sejumlah titik sehingga petugas menutup sementara akses wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk mencegah risiko terhadap pengunjung.

Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang hingga kini belum sepenuhnya terkendali. Vegetasi yang mengering akibat musim kemarau menjadi faktor utama yang membuat kobaran api cepat meluas ke kawasan sekitarnya.

Penutupan sementara kawasan wisata dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak ada wisatawan yang memasuki area yang terdampak kebakaran maupun lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Deteksi Penderita TB, Rontgen Portabel Diterjunkan

Kebakaran pertama kali terlihat pada Senin petang di kawasan Savana Gunung Bromo, tepatnya di Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang. Garis api tampak memanjang membakar hamparan savana yang dikenal sebagai salah satu daya tarik utama kawasan wisata Bromo.

Merespons kondisi tersebut, petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa peralatan pemadam kebakaran untuk menghambat laju api.

Namun, kondisi cuaca kering membuat api terus menjalar. Kobaran kemudian merembet hingga ke kawasan Blok Atu Gede serta mulai mendekati wilayah Teletubbies yang berada di Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga: Tumpukan Meterial Jadi Sumber PAD Di Terminal MPU

Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, titik api bergerak dari kawasan Lumajang menuju sebagian wilayah Probolinggo.

Petugas menjelaskan bahwa hingga Selasa pagi sebagian besar kebakaran masih berada di wilayah Lumajang. Meski demikian, sebagian kecil kobaran api telah memasuki kawasan Probolinggo sehingga pengawasan terus diperketat.

Petugas berharap proses pemadaman dapat segera membuahkan hasil sehingga api tidak kembali meluas ke area lain di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Musim kemarau yang menyebabkan vegetasi menjadi sangat kering juga menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman karena mempercepat penyebaran api.

Baca Juga: Peralatan KDMP Datang, Pemdes Tunggu Kejelasan Operasional

Seiring masih berlangsungnya proses pemadaman, pihak Taman Nasional memutuskan menutup sementara akses wisata di beberapa pintu masuk Gunung Bromo.

Penutupan dilakukan untuk menghindari adanya korban jiwa serta memberikan ruang bagi petugas yang tengah melakukan upaya pemadaman di lapangan.

Petugas menegaskan bahwa selama penutupan berlangsung, wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan taman nasional hingga situasi dinyatakan aman.

Hingga laporan disampaikan, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dengan harapan api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke kawasan konservasi maupun destinasi wisata lainnya.

Editor : Cendikiawan Tristan Valentino
Gunung Bromo Kebakaran Savana Gunung Bromo Kebakaran Hutan Wisata Bromo Ditutup tnbts