PROBOLINGGO – BNPB mempercepat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing serta menyiapkan operasi modifikasi cuaca. Langkah ini ditempuh karena api masih sulit dijangkau melalui jalur darat, sementara luas lahan yang terbakar terus bertambah.
Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8) telah menghanguskan sekitar 60 hektare lahan di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Kondisi medan yang curam membuat proses pemadaman menghadapi kendala sehingga dukungan dari udara dinilai menjadi solusi paling efektif.
Baca Juga: Deteksi Penderita TB, Rontgen Portabel Diterjunkan
BNPB memastikan dua unit helikopter water bombing mulai dioperasikan untuk membantu memadamkan api di kawasan TNBTS.
Langkah tersebut diambil setelah pemerintah daerah meminta bantuan pemadaman dari udara karena sejumlah titik kebakaran berada di tebing curam dan lokasi yang sulit dijangkau petugas.
“Kami mendapat permintaan bantuan heli water bombing dari wilayah. Untuk sementara kami dukung dua unit,” ujar perwakilan BNPB.
Operasi pemadaman melalui udara direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan hingga kondisi kebakaran dapat dikendalikan.
Baca Juga: Tumpukan Meterial Jadi Sumber PAD Di Terminal MPU
Dengan penyiraman dari udara, diharapkan api yang berada di lereng maupun kawasan berbukit dapat segera dipadamkan sehingga tidak semakin meluas.
Modifikasi Cuaca Disiapkan Bersama BMKG, Masih Terkendala Awan Hujan
Selain mengerahkan helikopter, BNPB juga berkoordinasi dengan BMKG untuk menyiapkan operasi modifikasi cuaca.
Strategi ini bertujuan memicu hujan buatan agar dapat membantu mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan di kawasan Bromo.
Baca Juga: Tambang di Gandusari Dipaksa Berhenti Hasil Inspeksi Sejumlah OPD Perizinan Diketahui Belum Beres
Namun hingga Rabu siang, operasi tersebut belum dapat dilaksanakan karena belum tersedia pertumbuhan awan hujan yang memenuhi syarat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca. Namun sampai siang ini belum ada pertumbuhan awan hujan sehingga operasi tersebut belum bisa diselenggarakan,” jelas BNPB.
Apabila kondisi atmosfer mendukung dalam beberapa hari mendatang, modifikasi cuaca akan segera dilaksanakan sebagai langkah tambahan mengendalikan kebakaran.
Baca Juga: Ramalan Weton Pahing Agustus 2026: Siap-Siap Kejutan Rezeki dan Ujian Tak Terduga!
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo telah berlangsung sejak Senin (3/8) dan hingga Rabu luas area terdampak mencapai sekitar 60 hektare.
Wilayah yang terdampak berada di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang, termasuk area yang memiliki vegetasi savana.
Untuk menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memutuskan menutup sebagian kawasan wisata Gunung Bromo.
Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan perkembangan proses pemadaman dan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Kalender Jawa Agustus 2026 Lengkap Hari Baik: Intip Weton dan Pasaran Buat Hajatan!
Pemerintah berharap kombinasi operasi water bombing, kesiapan modifikasi cuaca, serta upaya pemadaman dari darat dapat mempercepat pengendalian kebakaran sehingga kawasan konservasi tersebut dapat kembali aman dan aktivitas wisata dapat dibuka kembali.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino