Kebakaran Bromo Meluas, 86 Hektar Lahan Terdampak, Petugas Gabungan Terus Berjibaku Padamkan Api

Cendikiawan Tristan Valentino • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Kobaran api terus meluas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sementara petugas gabungan berpacu dengan waktu mencegah kebakaran melahap kawasan yang lebih luas.
Kobaran api terus meluas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sementara petugas gabungan berpacu dengan waktu mencegah kebakaran melahap kawasan yang lebih luas.

 

PROBOLINGGO – Kebakaran Bromo kembali meluas hingga Kamis siang dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 86 hektar. Petugas gabungan masih melakukan penyekatan dan pemadaman di sejumlah titik agar api tidak terus merambat ke kawasan hutan lain di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kobaran api kini telah memasuki kawasan Watu Gede di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar sehingga menyulitkan proses pengendalian.

Upaya pemadaman melibatkan personel TNI, Polri, Balai Besar TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo, serta para relawan yang terus bersiaga di lokasi.

Baca Juga: Deteksi Penderita TB, Rontgen Portabel Diterjunkan

Perkembangan terbaru menunjukkan titik api telah bergeser menuju kawasan Watu Gede yang berada di wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura.

Musim kemarau menyebabkan rumput dan semak menjadi sangat kering sehingga kobaran api cepat menjalar ke area hutan di sekitarnya.

Petugas terus memantau pergerakan api agar tidak semakin meluas ke kawasan konservasi lain di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Baca Juga: Tumpukan Meterial Jadi Sumber PAD Di Terminal MPU

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Umar Syarif mengatakan berbagai metode dilakukan untuk menghambat laju api.

Salah satunya adalah membuat jalur penyekatan secara manual menggunakan gebyok dan ranting pohon untuk memutus rambatan api.

Selain itu, petugas juga mengerahkan satu unit truk tangki air untuk melakukan penyiraman pada titik-titik yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat.

Menurut Umar, luas area yang terbakar kini diperkirakan telah mencapai lebih dari 86 hektar sehingga seluruh personel terus disiagakan di lapangan.

Baca Juga: Peralatan KDMP Datang, Pemdes Tunggu Kejelasan Operasional

Umar menjelaskan strategi pemadaman akan disesuaikan dengan kondisi di lokasi kebakaran.

“Melakukan penyekatan, baik dengan membuat sekat jalan ataupun dengan melakukan bakar balik. Namun semuanya tergantung situasi di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan apabila api masih dapat dipadamkan secara manual menggunakan gebyok, maka metode tersebut akan diprioritaskan.

Baca Juga: Takmir Masjid Tertipu Pembelian Lahan, Sudah Lunas Rp 250 Juta Sertifikat Tak Kunjung Diterima

Namun apabila kondisi memungkinkan, petugas juga dapat memanfaatkan drone water spray maupun penyemprotan air menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mencegah api merambat ke kawasan hutan yang lebih luas.

Hingga kini, petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah titik api sambil menyesuaikan strategi dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Editor : Cendikiawan Tristan Valentino
Kebakaran Bromo Kebakaran Hutan Bromo BPBD Probolinggo Kebakaran 86 Hektar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru