KOTA, Radar Trenggalek - Piala Soeratin U-17 menjadi panggung bagi pemain muda Trenggalek untuk menunjukkan kemampuan. Persiga memilih tidak mendatangkan pemain dari luar daerah untuk menghadapi kompetisi tersebut.
Skuad Persiga U-17 yang seluruhnya diisi pemain lokal resmi diperkenalkan dalam launching tim di stadion Menak Sopal Jumat (7/8) lalu. Dari komposisi tersebut, manajemen tetap mematok target untuk melewati fase penyisihan Grup N.
Keputusan mengandalkan pemain lokal menjadi bagian dari arah pembinaan Persiga. Pemain muda Trenggalek diberi kesempatan merasakan atmosfer kompetisi sekaligus mengembangkan kemampuan melalui pertandingan resmi.
Ketua Umum Persiga Trenggalek, Ayub Nualak menyampaikan, persiapan tim saat ini diarahkan untuk menghadapi persaingan di fase grup. Meski mengandalkan pemain lokal, dia tetap optimistis dengan peluang yang dimiliki skuad U-17. “Alhamdulillah launching pada hari ini telah selesai dan tadi kami kenalkan pemain-pemainnya. Kita tetap optimistis ke depan. Kita tetap optimistis. Kita berusaha lolos,” ujar Ayub.
Baca Juga: Kasus Tanah di Sumberingin Masuk Penyelidikan Polisi Selidiki Dugaan Penipuan
Menurut Ayub, pilihan untuk menggunakan pemain lokal bukan tanpa alasan. Persiga ingin pemain-pemain muda daerah memperoleh ruang untuk berkembang dan memiliki pengalaman bertanding. “Semua pemain ini kan lokal. Jadi, kita memang ingin mengorbitkan pemain-pemain lokal. Kita tidak mengambil pemain dari luar Trenggalek,” katanya.
Bagi pemain, kesempatan tampil di Piala Soeratin menjadi tantangan sekaligus pengalaman penting. Mereka dituntut mampu menunjukkan kemampuan ketika berhadapan dengan tim-tim lain di fase penyisihan.
Selain mengejar hasil pertandingan, Persiga ingin kompetisi tersebut menjadi bagian dari proses pencarian dan pengembangan pemain potensial. Dengan jam terbang yang lebih banyak, pemain muda diharapkan semakin matang dalam menghadapi pertandingan.
Ayub mengatakan, Persiga memang ingin memberikan wadah bagi anak-anak Trenggalek. Target lolos dari fase penyisihan menjadi sasaran awal yang hendak diwujudkan bersama. “Memang benar-benar kita memfasilitasi anak-anak Trenggalek untuk tampil, dan semoga dengan keoptimisan kita bisa lolos di babak penyisihan yang pertama ini,” lanjutnya.
Kini, perhatian skuad Persiga U-17 tertuju pada pertandingan Grup N. Kekuatan pemain lokal akan diuji dalam persaingan tersebut. Hasil di lapangan nantinya menjadi ukuran seberapa jauh talenta muda Trenggalek mampu bersaing di Piala Soeratin. (bim/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK