JAKARTA - Naga dina dan patine dina menjadi salah satu bagian dalam hitungan tradisional Jawa yang masih digunakan sebagian masyarakat untuk menentukan arah ketika hendak melakukan aktivitas penting. Perhitungan ini dipercaya dapat menunjukkan kekuatan sebuah hari sekaligus arah yang dianggap perlu dihindari.
Dalam penjelasan pada video yang menjadi sumber pembahasan, naga dina disebut sebagai kekuatane dina, atau kekuatan hari. Sementara itu, patine dina dimaknai sebagai arah yang berkaitan dengan “matinya hari”. Keduanya dihitung berdasarkan neptu hari dan pasaran dalam kalender Jawa.
Bagi masyarakat yang masih menggunakan hitungan weton, memahami naga dina dan patine dina dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum melakukan kegiatan besar, seperti pindah rumah, menggelar hajatan, mengarak pengantin, hingga kegiatan berdagang.
Baca Juga: Sidang Korupsi Nadiem Makarim Selesai, Majelis Hakim Jadwalkan Pembacaan Putusan 30 Juni!
Cara Menghitung Naga Dina
Langkah pertama adalah mengetahui neptu hari dan neptu pasaran. Dalam hitungan yang dijelaskan, nilai neptu hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
Sementara neptu pasaran adalah Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Setelah nilai tersebut diketahui, neptu hari dan pasaran dijumlahkan. Sebagai contoh, Sabtu Legi memiliki neptu 9 untuk Sabtu dan 5 untuk Legi. Jika dijumlahkan, hasilnya adalah 14.
Angka 14 kemudian dihitung mulai dari arah timur atau wetan yang dianggap sebagai permulaan. Urutannya adalah timur, selatan, barat, utara, lalu kembali lagi ke timur.
Baca Juga: Dokter Tifa Tegaskan Tak Lari dari Polemik Ijazah Jokowi, Praperadilan Jadi Sorotan
Dengan hitungan tersebut, angka 14 pada Sabtu Legi jatuh di arah selatan. Dalam penjelasan tersebut, arah selatan menjadi posisi naga dina atau kekuatan hari untuk Sabtu Legi.
Menghitung Patine Dina
Setelah mengetahui naga dina, perhitungan dilanjutkan untuk menentukan patine dina. Cara menghitungnya kembali menggunakan jumlah neptu hari dan pasaran.
Untuk contoh Sabtu Legi dengan neptu 14, perhitungan hari dimulai dari Sabtu dan dilanjutkan sesuai urutan hari hingga mencapai hitungan ke-14. Hasilnya kembali jatuh pada Sabtu.
Baca Juga: Jalani Operasi ke-5 Saat Ditahan, Nadiem Makarim Terharu Diizinkan Rawat Jalan Bersama Anak!
Kemudian pasaran Legi juga dihitung sebanyak 14 kali. Urutannya dimulai dari Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon, kemudian berulang. Dari perhitungan tersebut, hitungan ke-14 jatuh pada Kliwon.
Dengan demikian, patine dina untuk Sabtu Legi dalam contoh tersebut adalah Sabtu Kliwon. Neptu Sabtu Kliwon kemudian dihitung kembali, yakni Sabtu 9 ditambah Kliwon 8 sehingga menghasilkan angka 17.
Arah Patine Dina Sabtu Legi
Angka 17 kembali dihitung mulai dari arah timur dengan urutan timur, selatan, barat, dan utara. Berdasarkan perhitungan yang dijelaskan dalam sumber, angka 17 jatuh pada arah timur.
Baca Juga: Jalani Operasi ke-5 Saat Ditahan, Nadiem Makarim Terharu Diizinkan Rawat Jalan Bersama Anak!
Artinya, dalam hitungan tersebut, arah timur dianggap sebagai patine dina atau “kuburane dina” untuk Sabtu Legi. Masyarakat yang mengikuti perhitungan ini kemudian menjadikannya sebagai pertimbangan agar lebih berhati-hati ketika hendak melakukan aktivitas penting menuju arah tersebut.
Sementara itu, arah selatan menjadi naga dina atau kekuatan hari Sabtu Legi. Perhitungan naga dina dan patine dina pada dasarnya merupakan bagian dari tradisi perhitungan Jawa yang digunakan sebagai pedoman oleh masyarakat yang masih mempercayainya.
Pembahasan tersebut menekankan bahwa mengetahui kedua arah tersebut dapat menjadi patokan sebelum seseorang melangkah atau menentukan arah dalam kegiatan tertentu. Namun, hal ini merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi hitungan Jawa, bukan kepastian mengenai hasil suatu kegiatan.
Baca Juga: Sengit di Ujung Persidangan! Jaksa Tolak Pledoi, Nadiem Makarim Buka Rekam Jejak WA Grup!
source: Youtube @mbahyadichannel4123
Editor : Ais Mufida Zamzam