MALANG - Menentukan bulan baik untuk pindahan rumah menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam tuntunan primbon Jawa. Salah satu pertimbangannya adalah posisi Nogo Tahun yang dipercaya berpindah mengikuti arah mata angin pada bulan-bulan tertentu dalam penanggalan Jawa.
Dalam tradisi yang dibahas Balai Kambang TV, bulan baik untuk pindahan rumah ditentukan dengan melihat arah rumah baru sekaligus posisi Nogo Tahun. Masyarakat dianjurkan menghindari bulan ketika Nogo Tahun berada di arah yang sama dengan tujuan perpindahan.
Nogo Tahun disebut berada di arah timur pada awal tahun Jawa atau bulan Suro/Muharam. Setelah itu, posisinya berpindah ke selatan, barat, dan utara hingga kembali lagi ke timur pada awal tahun berikutnya.
Baca Juga: Panduan Hitungan Jawa untuk Boyongan: Rumus Pindah Rumah Selamat dan Bebas Sial!
Bulan Baik Berdasarkan Arah Rumah
Jika rumah baru berada di arah timur dari rumah lama, pindahan dianjurkan dilakukan pada bulan Rajab, Ruwah, atau Puasa. Pada periode tersebut, Nogo Tahun disebut berada di arah barat sehingga perpindahan menuju timur dianggap menjauhi posisi Nogo Tahun.
Menurut penjelasan dalam video, kondisi tersebut diharapkan dapat menjauhkan seseorang dari keburukan sekaligus menciptakan rasa nyaman ketika mulai menempati rumah baru.
Sementara itu, apabila rumah baru berada di arah selatan, bulan yang dianjurkan adalah Syawal atau Besar. Pada bulan-bulan tersebut, Nogo Tahun dipercaya berada di arah utara. Dengan demikian, perpindahan menuju selatan dianggap menjauhi keberadaan Nogo Tahun.
Baca Juga: Cara Menghitung Naga Dina dan Patine Dina: Rahasia Arah Kejayaan dan Pantangan Jawa!
Untuk rumah baru yang berada di arah barat, masyarakat dianjurkan memilih bulan Suro, Sapar, atau Mulud. Pada periode tersebut, Nogo Tahun berada di arah timur. Dalam video disebutkan bahwa salah satu hari dari tiga bulan tersebut dapat dipilih sebagai waktu pindahan, dengan pengecualian hari tertentu yang disebut dalam transkrip sebagai “hari sat Sur”.
Pindah ke Arah Utara
Berbeda dengan tiga arah sebelumnya, apabila rumah baru berada di arah utara, bulan yang dianjurkan adalah Bakda Mulud, Jumadil Awal, atau Jumadil Akhir.
Hari baik pindah rumah dapat dipilih dari salah satu hari dalam tiga bulan tersebut. Perhitungan ini kembali mengacu pada posisi Nogo Tahun yang dianggap perlu dihindari ketika seseorang berpindah menuju arah tertentu.
Baca Juga: Rahasia Lungguhing Dino lan Pasaran: Perhitungan Arah Keberuntungan dan Neptu Jawa!
Konsep tersebut merupakan bagian dari tuntunan primbon Jawa yang masih dikenal sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Jawa.
Jika Pindah Rumah dalam Kondisi Terpaksa
Video tersebut juga membahas kondisi ketika seseorang terpaksa pindah rumah pada waktu yang dianggap kurang sesuai dengan posisi Nogo Tahun. Dalam situasi seperti itu, terdapat sebuah syarat yang disebut dapat dilakukan untuk memberikan ketenteraman hati.
Saat keluar dari rumah lama, orang yang pindah dianjurkan melewati pintu belakang. Kemudian, ketika memasuki rumah baru, ia juga masuk melalui pintu belakang. Syarat tersebut dilakukan hanya sekali, yakni ketika pertama kali mengangkut dan memasukkan barang.
Baca Juga: Rahasia Lungguhing Dino lan Pasaran: Perhitungan Arah Keberuntungan dan Neptu Jawa!
Panduan tersebut disampaikan sebagai bagian dari kepercayaan dan budaya dalam primbon Jawa. Video juga menegaskan bahwa masyarakat boleh mengabaikannya. Namun, bagi yang mempercayainya, mengamalkan panduan tersebut disebut dapat memberikan rasa lebih tenang sekaligus membantu melestarikan budaya.
source: youtube @BALIKAMBANGtv
Editor : Ais Mufida Zamzam